Dosen UNDIP Ditangkap Nyabu Kemungkinan di Rehabilitasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dosen UNDIP Ditangkap Nyabu Kemungkinan di Rehabilitasi

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) akhirnya menetapkan YPA sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba. Namun Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu yang sebelumnya ditangkap bersama dua orang lainnya tidak ditahan.

Dua lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka yakni BS seorang karyawan sebuah hotel dan RA seorang wiraswasta.

“Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk akademisi itu,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol A Liliek Darmanto saat menyampaikan keterangan pers di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (9/2).

Liliek menjelaskan, ketiganya ditangkap pada Jumat 5 Februari 2016 malam di kediaman Roedi di daerah Jangli, Kota Semarang. Di lokasi, didapati barang bukti 1 paket sabu tak lebih dari 1 gram, 1 bong hisap dan 3 telepon seluler (ponsel).

“Saat sedang pesta sabu, diketahui anggota Direktorat Reserse Narkoba yang langsung melakukan penangkapan. Kami sedang Operasi Antik (Anti Narkotik),” lanjutnya.

Soal penetapan status tersangka, kata Liliek, sudah sesuai dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika termasuk Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 2013 tentang pelaksanaan.

Sesuai ketentuan, termasuk Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 4 Tahun 2010, klasifikasi tersangka dengan barang bukti di bawah 1 gram dikategorikan sebagai pecandu.

“Polda tidak melakukan penahanan atas tiga tersangka, namun dikenai wajib lapor tiap hari Senin dan Kamis. Kami melihat mereka sebagai korban penyalahgunaan narkoba,” jelas Liliek.

Namun demikian, dipastikan proses hukum atas ketiganya terus berjalan hingga tahapan selanjutnya, termasuk pelimpahan ke kejaksaan hingga pengadilan. Polisi sekarang tengah bekerja untuk melakukan assessment terhadap para tersangka.

Jika benar-benar terbukti hanya pecandu, maka vonis pengadilan nanti bisa mengarah ke rehabilitasi. Namun soal vonis pengadilan, nanti ranah hakim yang memutuskan.

“Dengan kejadian ini, kami prihatin. Fakta menyebutkan narkoba memang sudah menyasar siapa saja,” pungkasnya.

Sementara pihak Universitas Diponegoro Semarang membenarkan YPA yang tertangkap tangan karena diduga terlibat penyalahgunaan narkoba berstatus sebagai dosen aktif.

“Memang benar yang bersangkutan merupakan dosen aktif di Fakultas Hukum Undip,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) UPT Hubungan Masyawarakat Undip Rini Handayani, kemarin.

Rini memberikan pernyataan mewakili Rektor Undip Prof Yos Johan Utama dan Kepala UPT Humas Undip Nuswantoro Dwiwarno yang sedang berhalangan karena menjalankan tugas di luar daerah.

Meski demikian, ia mengatakan sampai saat ini Undip belum menerima informasi dari pihak yang berwenang mengenai penangkapan salah satu oknum dosen itu karena penyalahgunaan narkoba.

“Kami masih menunggu informasi dari pihak yang berwenang. Mengenai proses hukum atas kasus yang bersangkutan (Yuli, red.), kami serahkan pada peradilan dan hukum yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan sanksi bagi dosen aktif yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) sudah diatur secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun, kata dia, mengenai sanksi kepegawaian akan menunggu proses hukum yang berlaku karena dosen yang diangkat sebagai PNS sejak 2006 itu sampai saat ini masih diproses secara hukum.

“Biar diproses hukum dulu. Undip patuh hukum sehingga menghormati proses hukum yang berjalan. Kami juga punya lembaga hukum yang siap membantu advokasi, namun menunggu nanti,” kata Rini. (dbs/RAKYATJATENG)

 

Click to comment
To Top