Kepala Gudang Gelapkan 321 Drum Aspal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kepala Gudang Gelapkan 321 Drum Aspal

FAJAR.CO.ID, RUTENG – Kepala gudang PT Wana Indah Sari, Yohanes Sedu Dori (39), warga Adonara Kabupaten Flores Timur dibekuk aparat Polres Manggarai di Ende, pekan lalu. Setelah menggelapkan 321 drum aspal pelaku kabur meninggalkan kantor sejak Desember 2015 lalu.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Iptu Lukius Okto Selly didampingi penyidik Bripka Joko Sugiarto kepada Timor Express, Selasa (9/2) menjelaskan, kasus penggelapan ratusan drum aspal milik perusahaan dengan lokasi gudang di Torong Besi Kecamatan Reok, dilakukan sejak tahun 2014. Pelaku yang merupakan orang dalam yakni sebagai kepala gudang perusahaan, diduga melakukan sendiri dengan modus bekerja sama dengan sopir para pembeli dari Ruteng yang membutuhkan aspal.
Setiap pembelian pelaku menjual lima sampai 10 drum dengan harga Rp 1 juta per drum.
“Pelaku menjual di bawah harga. Setiap kali ada yang datang beli, pelaku titip jual 5-10 drum dengan harga Rp 1 juta. Padahal, harga asli aspal Rp 1,5 juta per drum,” ujarnya.
Dikatakan, pelaku sudah bekerja empat tahun di perusahaan tersebut, dengan upah Rp 2,7 juta per bulan plus biaya lain dan sarana pendukung.
Namun upah yang cukup itu tidak membuat pelaku bekerja profesional dan justru menilep ratusan drum. Jika dihitung dalam jumlah uang, total kerugian perusahaan mencapai Rp 481 juta.
Kasus ini mencuat saat pelaku mengirim email kepada perusahaan dan mengaku telah menggelapkan ratusan drum aspal milik perusahaan.
Kemudian lanjutnya pihak perusahaan melakukan audit dan ditemukan adanya kehilangan 321 drum aspal yang hendak dijual. Lalu perusahaan melaporkan resmi ke polisi dan pekan lalu penyidik bergerak menangkap pelaku di rumahnya di Kota Ende Kabupaten Ende.
Setelah diperiksa, pelaku Yohanes mengakui semua perbuatannya, lalu ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.
Perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 374 subsider Pasal 372 jo Pasal 64 KUHP dengan ancam penjara maksimal selama lima tahun. (kr2/ays/TIMOR EXPRESS)

 

loading...
Click to comment
To Top