Polisi Usut Insiden Jembatan Kadolang Mamuju – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Polisi Usut Insiden Jembatan Kadolang Mamuju

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Jembatan Gantung Kadolang Mamunyu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju yang putus pada Jumat, 5 Februari lalu. Membuat penyidik Polres Mamuju turun tangan. Apalagi, sedikitnya 14 siswa sempat di rumah sakit, satu guru, dan satu pekerja menjadi jatuh dari atas jembatan.
Polisi pun mengusut penyebab putusnya jembatan itu. Apalagi, masyarakat menjadi korban pun telah melaporkan ke Polres Mamuju.
Wakapolres Mamuju, Kompol Andri, membenarkan laporan warga diterima, Senin, 8 Februari. “Laporannya warga sudah masuk, nanti ditangani reskrim. Jelasnya masih proses lidik,” tandasnya.
Jembatan Gantung akses masyarakat Lingkungan Danga Timur Kelurahan Binanga ke Sangkurio Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju. Akses utamanya juga bagi siswa SD Negeri 5 Mamuju, dan SD Inpres Sangkurio dan SMP 6 Mamuju. Proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) itu menelan anggaran Rp886 juta dengan tahun anggaran 2015. Pelaksana proyeknya CV Dwi Ardi Putra.
Pantauan FAJAR, belasan siswa terpaksa menyebrang sungai, begitu pun dengan masyarakat sekitar. Banyak yang khawatir tidak berfungsinya jembatan itu, aktivitas bisa terganggu. Apalagi, di musim hujan, mereka khawatir air bisa meninggi.
Salah satu Guru SD 05 Mamuju, Mince, 50 tahun usai menyebrang bilang sejak Desember jembatan dikerjakan. Ia dan siswa lainnya mesti menyebrang sungai menuju ke sekolah. Jembatan gantung itu menjadi akses utama menuju sekolah. “Biasa kalau naik air, kami biasa tidak mengijinkan murid untuk menyebrang,” tuturnya. (Ilham Wasi/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top