Suhantoro Divonis 2,5 Tahun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Suhantoro Divonis 2,5 Tahun

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan putusan 2,5 tahun penjara dan denda 100 juta subsidair 2 bulan penjara kepada Suhantoro, mantan kepala UPTD Kasda Kota Semarang. Vonis ini diberikan pada sidang yang digelar Selasa (9/2) di Pengadilan Tipikor Semarang.

Suhantoro dinilai terbukti menerima uang sebesar Rp152,4 juta dari Diah Ayu Kusumaningrum seorang karyawan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN). Dalam kasus ini, dana senilai hampir Rp22 milyar milik Kasda Pemkot Semarang raib. Diketahui dana tersebut disimpan di bank tersebut sejak 2007 lalu.

Hukuman yang dibacakan Hakim Ketua Torowa Daeli dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, kemarin lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 3,5 tahun.

Dalam putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp100 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama dua bulan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 5 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” katanya.

Menurut hakim, terdakwa terbukti menerima sejumlah uang berkaitan dengan jabatannya sebagai pegawai negeri sipil.

Terdakwa menerima suap sebesar Rp152 juta dari Dyah Ayu Kusumaningrum, mantan pegawai BTPN.

Suap tersebut berkaitan dengan permintaan penundaan pemindahan dana milik Pemkot Semarang yang tersimpan di BTPN ke bank lain.

Rencana pemindahan rekening tersebut sesuai dengan instruksi Badan Pemeriksa Keuangan agar seluruh simpanan milik pemerintah daerah dipindah ke rekening bank pemerintah.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” katanya.

Dalam pertimbangannya, kata hakim, terdakwa tidak mengembalikan uang suap yang diterimanya melalui transfer bank tersebut.

Atas putusan tersebut, jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir, sementara terdakwa langsung menyatakan menerima.

Dalam persidangan sebelumnya, Selasa (12/1), kepala UPTD Kasda Kota Semarang non aktif tersebut mengaku bahwa dirinya menerima uang dari Diah Ayu Kusumaningrum yang dalam persidangan ini berstatus saksi sekaligus tersangka.

“Saya terima uang dari Diah Ayu, katanya sebagai upaya penundaan penarikan uang Kasda di BTPN. Dan saya dijanjikan fee 2% olehnya. Saya menyesal Yang Mulia, saya akan berusaha mengembalikannya,” akunya dalam persidangan didepan majelis hakim.

Sidang pembacaan putusan ini sendiri dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Torowa Daili serta Hakim Anggota Gatot Susanto dan Kalimatul Jumroh.

Kasus yang merugikan uang Pemkot Semarang lebih dari Rp22 milyar tersebut hingga saat ini baru menyeret dua nama sebagai tersangka yaitu Suhantoro dan Diah Ayu Kusumaningrum. Namun dari besaran kerugian yang diterima Pemkot Semarang hingga lebih dari Rp22 milyar, disinyalir banyak pejabat Pemkot Semarang yang ikut menikmati bancakan uang Kasda ini.

Dari penuturan Diah Ayu Kusumaningrum saat menjadi saksi di persidangan tersangka Suhantoro sebelumnya menyebutkan, bahwa ada dua bekas walikota Semarang ikut menikmati kucuran dana Kasda ini.

Jika memang informasi ini betul, aparat diharapkan berani mengungkap kasus ini secara gamblang dengan mengusut tuntas sampai kepada otak dibalik kasus ini, tidak hanya berhenti pada dua tersangka tersebut saja. (jam/RAKYATJATENG)

 

To Top