Penyegelan Kios Kudus Plaza Diwarnai Penolakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Penyegelan Kios Kudus Plaza Diwarnai Penolakan

FAJAR.CO.ID, KUDUS – Penyegelan kios di Kudus Plaza diwarnai dengan penolakan oleh salah satu pemiliki kios yang belum membayar sewa. Namun penyegelan tetap dilakukan dengan penempelan tulisan disegel dan penggembokan, Rabu (10/2).

Penyegelan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Satpol PP, Asisten III serta petugas pemkab dan dikawal dari kepolisian itu berhasil menyegel 15 kios yang belum melakukan pembayaran sesuai dengan batas yang ditentukan.

Ditengah-tengah penyegelan sempat terjadi perlawanan yang dilakukan oleh salah satu pemilik kios yang mengaku memiliki sertifikat HGB kios tersebut. Sehingga pemilik kios menolak untuk disegel karena merasa tidak menyewa tapi memiliki HGB.

“Mereka ini (Tim Penyegel) hanya menjalankan tugas dan tidak tahu prosedur hukum. Semestinya jangan arogan seperti ini. Kita bisa selesaikan ini di pengadilan, kalau pengadilan memutuskan mencabut hak milik saya terima. Tapi jangan seperti caranya,” jengkel pemilik kios Monalisa, Meywati.

Pengacara Himpunan Pedagang Kudus Plaza (HPKP), Sigit Wahyudi mempertanyakan atas dasar apa pemkab melakukan penyegelan tersebut. Pihaknya siap meneruskan penyegelan tersebut ke ranah hukum.

“Kita akan melaporkan ini pada kepolisian dengan perbuatan yang tidak menyenangkan selain itu kita akan gugat di PTUN. Atas dasar hukum apa penyegelan ini. Padahal pemkab dulu sudah janji perpanjang HGB, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dan ini dilakukan penyegelan,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Mas’ut membantah bahwa HGB dari dulu milik pemkab. Namun kios-kios tersebut masih digunakan sehingga pemkab meminta agar para pengguna kios tersebut sadar untuk membayar sewa bangunan yang digunakan.

“Kita masih buka kesempatan hingga tanggal 19 Februari untuk melakukan pembayaran dan perpanjangan dan sebagainya. Jika jangka waktu tersebut tidak dilakukan kita akan kosongkan dan akan kita alihkan bagi yang membutuhkan,” tegasnya.

Pihaknya mempersilakan membawa penyegelan tersebut ke jalur hukum. Ia menegaskan selama tidak ada perintah dari pengadilan penyegelan akan tetap dilakukan.

Lebih lanjut, Mas’ut menyebutkan dari 15 kios Kudus Plaza yang dilakukan penyegelan oleh Pemkab Kudus tidak semua beroperasi. Hanya sebagian saja yang masih difungsikan. Sedangkan sisanya sudah tutup. (nr/RAKYATJATENG)

 

loading...
Click to comment
To Top