Sampah Bahayakan Bendungan Wilalung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sampah Bahayakan Bendungan Wilalung

FAJAR.CO.ID, KUDUS – Kesadaran warga agar tidak membuang sampah ke sungai nampaknya masih rendah. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah yang menumpuk di pintu air bendungan Wilalung yang mengarah ke sungai Juana Pati.

Sampah yang dibuang warga itu didominasi bekas kemasan air mineral dan batang pohon pisang, serta batang tanaman jagung. Apabila arus air sangat deras, tidak menutup kemungkinan tumpukan sampah-sampah itu bisa menjebol pintu air.

Sukirman, warga asal Kecamatan Dempet Demak yang sengaja datang ke waduk wilalung untuk melihat kondisi genangan air mengatakan bila batang-batang berasal dari daerah Luwuk.

“Kalau batang-batang jagung itu dari sekitar ngluwuk, perbatasan Demak Kudus. Kemarin sore banyak yang panen disana karena takut kena banjir. Soalnya kalau pintu air Wilalung sini tidak dibuka, disana pasti banjir duluan. Kalau banjir kan tidak bisa panen. Nah mumpung belum datang banjir, tanaman jagunganya dipanen terus batangnya ditaruh dipinggir sawah. Ya kalau airnya tinggi jadinya hanyut kesini,” terang Sukirman yang datang bersama dua teman lainya.

Namun, sambungnya, kalau sampah batang-batang pisang dia menduganya dari pinggir sungai wilayah Undaan. Sebab arus sungai saat ini memang cukup deras sehingga tanaman pisang bisa roboh lalu hanyut.

“Tapi kalau kemasan air mineral ya warga Undaan sini saja,” tukasnya.

Saking banyaknya sampah menumpuk, beberapa warga bisa berdiri diatasnya. Dua orang berdiri nyaris tidak goyang.

Sementara itu, informasi yang diterima koran ini sore kemarin kondisi air di bendungan makin naik hingga mencapai 960 meter detik. Bahkan dibeberapa titik di sungai wulan mulai merembes ke luar sungai menuju ke persawahan.

“Kalau sudah mencapai itu berarti sekarang siaga satu bahkan sebentar lagi bisa awas,” ujar Ngaliman, salah seorang penjaga pintu Wilalung. (sf/rakyatjateng)

 

 

 

To Top