Menjelang Relokasi, Pedagang Tak Disosialisasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Menjelang Relokasi, Pedagang Tak Disosialisasi

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Pedagang Pasar Johar yang sesuai rencana akan menempati lokasi relokasi baru di Jalan Arteri Soekarno-Hatta pada tanggal 15 Februari ini, mengaku belum menerima sosialisasi waktu pemindahan dari dinas terkait.

Sesuai rencana dari Dinas Pasar Kota Semarang, perpindahan pedagang ke lokasi relokasi yang baru akan dilaksanakan pada 15 Februari ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, saat ditemui Rakyat Jateng di Kantor Dinas Pasar Kota Semarang, Rabu (10/2) lalu.

Ia mengatakan bahwa perpindahan pedagang Pasar Johar ke lokasi relokasi di Jalan Aretri Soekarno-Hatta akan dilaksanakan pada 15 Februari ini.

“Mengenai kapan waktu perpindahan pedagang ke kawasan MAJT tetap sesuai rencana awal yaitu pertengahan bulan ini,” katanya.

Namun hingga kemarin para pedagang mengaku belum menerima sosialisasi terkait waktu perpindahan tersebut. Hermanto, salah seorang pedagang Pasar Johar menuturkan bahwa  belum pernah ada sosialisasi dari Dinas Pasar Kota Semarang terkait waktu pelaksanaan relokasi tersebut.

“Masih simpang siur, ada yang bilang tanggal 15 ada juga yang bilang tanggal 20, kurang tahu yang benar yang mana,” tuturnya kepada Rakyat Jateng.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait waktu pemindahan ke lokasi relokasi baru bukan dari Dinas Pasar melainkan dari Media. “Saya tahunya malah dari koran, tidak tahu kalau temen-temen yang lain,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kelik, pedagang pakaian di Pasar Johar. Menurutnya belum ada kepastian dari Dinas Pasar mengenai waktu pemindahan ke lokasi relokasi baru di Jalan Arteri Soekarno-Hatta. “Soal kapan pindahnya belum pasti, kami juga belum pernah dikasih sosialisasi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan lebih memilih jika pemindahannya dilaksanakan setelah lebaran nanti, mengingat untuk pindah ke lapak baru membutuhkan modal yang tidah sedikit.

“Enaknya setelah lebaran, karena kita mempunyai modal untuk membangun lapak yang baru. Kalau setelah lebaran juga keadaannya sepi, enak buat renovasi,” pungkasnya. (jam/RAKYATJATENG)

 

To Top