DPP Akumandiri Kukuhkan Pengurus Daerah Ciamis, Banjar dan Pangandaran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

DPP Akumandiri Kukuhkan Pengurus Daerah Ciamis, Banjar dan Pangandaran

FAJAR.CO.ID, BANJAR – Assosiasi Industri Usaha Mikro dan Kecil Menengah (IUMKM) Indonesia Akumandiri telah diresmikan di Kota Banjar Jawa Barat, Sabtu (13/2). Dalam kunjungan Ketua Umum DPP Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri, Hermawati Setyorinny ke Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran itu telah mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri di 3 kabupaten pesisir selatan Jawa Barat tersebut.

Hermawati Setyorinny yang biasa akrab disapa Rinny itu menuturkan bahwa pembangunan kepengurusan daerah ini tidak lain ialah bertujuan untuk mensinergikan terhadap program pemerintah bagi para pelaku usaha mikro dan kecil menengah.

“Banyak para pelaku usaha mikro dan kecil menengah sulit mendapatkan berbagai bantuan dari Pemerintah Pusat, misalnya Legalitas,dana KUR (Kredit Usaha Rakyat-red). Oleh karena itu assosiasi ini menjadi wadah yang menjembatani antara para pelaku usaha dengan pemerintah baik di pusat maupun daerah,” ujarnya.

Sambungnya, usaha mikro yang langsung menyentuh kehidupan rakyat memiliki kriteria modal berdasarkan UU No 20 tahun 2008 yaitu dengan kekayaan bersih  Rp50 juta dan penjualan maksimum Rp300 juta per tahun. Sedangkan usaha kecil kekayaan bersihnya lebih dari Rp50 – 500 juta dan penjualan Rp300 juta – 2,5 milyar per tahun.

Ada pun yang dimaksud usaha menengah, masih kata Rinny berdasarkan undang-undang itu ialah pelaku usaha yang memilki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta – 10 milyar di luar tanah dan bangunan tempat usaha. Dan untuk penjualannya antara Rp2,5 milyar – 50 milyar per tahun

Usaha mikro itulah yang justru menjadi variabel signifikan  bagi kesejahteraan masyarakat, maka dari itu kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan taraf hidup itu melalui assosiasi ini.

Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri yang memiliki semboyan Tumbuh BersamaMeng-Indonesiakan Indonesia itu bertujuan untuk mewujudkan kebijakan pembangunan koperasi dan pengusaha di Indonesia dalam rangka memberikan kepastian berusaha yang adil bagi pengusaha IUMKM, memberikan kepastian akan peran koperasi dan pengusaha IUMKM dalam pembangunan Indonesia serta memberikan alokasi pembangunan guna peningkatan kapasitas koperasi dan IUMKM.

“Pemerintah kita saat ini sudah berkomitmen untuk mensejahterakan rakyatnya melalui alokasi-alokasi dana ke seluruh pengusaha, namun kita terkadang kurang memahami aturan mainnya. Padahal aturan itu sudah dijelaskan di berbagai Undang-undang dan Perpres terkait,” tambahnya.

[NEXT-FAJAR]

Di akhir penjelasannya, Rinny mengimbau agar kepada para pengurus DPD IUMKM Indonesia Akumandiri Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan umkm  baik peraturan pusat maupun peraturan daerah sehingga bisa cepat dicairkan melalui cara-cara yang sesuai prosedur dan tidak melanggar hukum.

Sementara itu, Yudo Hernowo, Ketua DPD Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri Kota Banjar dan sekaligus penerima mandat awal Pembentukan Pengurus DPD Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran , yang juga menjabat sebagai Kepala Koperasi Pertanian ASA.yang keanggotaannya berada dalam Tiga wilayah darerah tersebut. Dirinya mewakili jajarannya mengaku sangat antusias dengan apa yang dipaparkan oleh Ketua Umum DPP Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri.

“Kami sangat berterima kasih sekali pada kunjungan Ibu Ketua dan semoga kami dapat memegang amanah ini, yang mana merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia juga sebagai pelaku usaha untuk sama-sama saling mensejahterakan,” kata Yudo.

Selanjutnya, Yudo yang memiliki pengalaman di berbagai usaha pertanian itu menjelaskan soal potensi dan kendala yang tengah dihadapi oleh pelaku usaha di sekitarnya. Menurutnya, hingga saat ini para petani kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Pemerintah daerah di sini sangat berbelit-belit dalam menyalurkan bantuan yang semestinya menjadi hak kami. Dengan assosiasi ini tentunya kami berharap ke depannya bantuan itu mudah diperoleh,” imbuhnya.

Di hari berikutnya, Yudo juga mengajak Ketua Umum DPP Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri beserta rombongan untuk meninjau langsung bentuk-bentuk usaha yang berda dibawah koperasi binaannya seperti peternakan sapi, pertanian, dan pembudidayaan ikan bandeng.

 

Yudo mengakui, ikan bandeng tetap menjadi produk unggulan masyarakat Pangandaran karena jumlahnya yang melimpah. “Beberapa kolam ikan bandeng dan udang dengan bantuan dari Pemda dapat kita bangun dan hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya.

Tambak-tambak ikan bandeng dikonsepkan pula dengan berdirinya beberapa rumah makan di pinggir tambak, sehingga upaya ini turut mendorong adanya potensi wisata kuliner dengan format Desa Agrowisata.

Ke depan melalui Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri ini diharapkan penghasilan para petani ikan akan semakin meningkat. Beberapa program telah dia canangkan bersama dengan Kesatuan Nelayan Tradsional Indonesia (KNTI) Cabang Pangandaran. “Beberapa program Pemerintah Pusat dan daerah di sini tidak dapat diakses oleh para petani nelayan. Itu yang akan terus kita perjuangkan dan tentunya perlu sokongan dari pengurus pusat untuk mendobrak para pemangku kebijakan di pusat,” kata Ketua KNTI Pangandaran Adi Pranyoto.

[NEXT-FAJAR]

Lebih lanjut dikatakan oleh Adi, adanya sistem birokrasi yang berbelit dan kurangnya sosialisasi menjadi faktor penyebab tidak teralokasikannya bantuan itu kepada pihak yang berhak mendapatkannya. “Kita semua kesulitan dalam modal baik untuk membeli pangan ikannya, benih dan bantuan kapal. Dari dulu hanya dijanjikan saja, padahal masalah ini sudah kami bawa ke pusat namun juga tak ada tanggapan,” tegasnya.

Ironisnya lagi, Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini Susi Pujiastuti merupakan orang asli daerah Pangandaran. Akan tetapi masih banyak kehidupan nelayan Pangandaran yang jauh dari taraf hidup sejahtera.

Sehingga dengan adanya Assosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri daerah Ciamis dan Pangandaran yang baru diresmikan oleh Ketua DPP Hermawati Setyorinny itu, dirinya berharap akan lebih semangat lagi dalam memperjuangkan hak-hak nelayan yang belum didapat.

“Semoga semakin bertambah kekuatan kita untuk memperoleh hak kita untuk mensejahterakan nasib para petani ikan di sini. Bukan hanya kepada KKP tetapi kepada Kemenkop kita juga bisa menembus itu untuk memperjuangkan hak kita,” pungkasnya. (hrm/rls)

loading...
Click to comment
To Top