KKSS Harus Punya Energi Penguat Bangsa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

KKSS Harus Punya Energi Penguat Bangsa

FAJAR.CO.ID, SOLO – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengajak warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) untuk menjaga NKRI dan terus merawat keindonesiaan. Biarpun warga KKSS terbagi di berbagai partai namun di KKSS mereka berbaur dalam rumah besar KKSS. Karena itulah inti makna KKSS.

Menurut Syahrul, KKSS adalah pemilik republik ini berdampingan dengan suku-suku lainnya termasuk tentu suku Jawa. “Kita menjaga NKRI sebagai harga mati. Itulah kenapa orang Sulsel harus ada di mana-mana untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan,” kata Syahrul dalam acara pengukuhan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Jawa Tengah di Hotel Lor In, Solo, Minggu (14/2) yang dirangkaika juga dengan pelantikan BPW Ikatan Wanita Sulawesi Selatan, Jateng.

Ia mengajak warga KKSS untuk selalu saling sipakatau, sipalebbi, dan bergotong royong, demi menjaga marwah KKSS. Menurut Syahrul, orang Sulawesi Selatan, harus menjadi kekuatan dan energi bangsa ini dengan modal sosial magetteng, warani, dan macca.

Sekjen KKSS Ibnu Munzir, yang mewakili Ketua Umum KKSS Sattar Taba menambahkan dimana-mana warga KKSS hadir memberi impak ekonomi sesuai dengan filosofi dimana bumi dipijak situ langit dijunjung, karena itu KKSS harus menggalang potensi warga demi kemajuan organisasi. “Warga KKSS harus bermanfaat buat lingkungan setempat di mana dia berada,” ujar Munzir.

Senebtara itu, Ketua BPW KKSS Jawa Tengah, Musdalifah Pangka, kepengurusan di bawah kepemimpinannya akan membawa organisasi lebih dirasakan kemanfaatannya buat warga KKSS Jateng selain ikut berperan serta menjadi mitra dan bepartipasi membantu Pemrov Jateng dalam menyukseskan pembangunan.

“Kami siap mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mensukseskan program-program pembangunan khususnya dan pembangunan nasional yang diemplementasikan dalam nawa cita,” katanya.

Menurut Musdalifah, akar sejarah yang pernah terukir antara Solo dan Sulawesi Selatan ditandai dengan terjalinnya hubungan sinergis antara kerajaan yang ada di Solo dan di Sulawesi Selatan. Nah, harapan itu ingin kita bangun kembali, agar hubungan-hubungan sosial budaya, dan juga hubungan simbiosis politik tetap terawat sebagaimana dilambangkan oleh pasangan Jokowi – jk.

Ketua Dewan Pembina KKSS Alwi Hamu yang juga staf khusus Wapres Jusuf Kalla, mengisahkan perihal kehebatan orang-orang Bugis Makassar yang mengarungi lautan untuk berkiprah antara lain d Philipina, di mana pelaut-pelaut Bugis yang membangun Kota Manila. “Jadi kita harus bangga sebagai orang Sulawesi Selatan,” kata Alwi.

Turut hadir dalam perhelatan itu, hadir sejumlah Muspida Jateng, Ketua Umum IWSS Nurwasih Azis, Setiawan Djodi, Daming Sanusi, Ketua Pengadilan Tinggi Jateng, Birgjen Amiruddin, Ketua DPRD Sulawesi Selatan M. Rum, SH., artis senior Rina Hasyim dan sekitar 700 warga KKSS yang ada di Jawa Tengah.

loading...
Click to comment
To Top