Sungai Bengawan Solo Meluap, Lamongan Siaga III – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Sungai Bengawan Solo Meluap, Lamongan Siaga III

FAJAR.CO.ID, LAMONGAN – Masyarakat Lamongan harap–harap cemas. Keladinya, sungai Bengawan Solo berpotensi meluap. Bahkan sebagian besar kawasan Lamongan berstatus siaga III.

Dikutip Jawa Pos Sabtu (13/2), hingga pukul 12:00, papan duga di Babat menunjukkan bahwa ketinggian air mencapai 7,80 pieschall; di Plangwot, Kecamatan Laren, 5,51 pieschall; dan di Karanggeneng 4,15 pieschall.

Dengan kondisi demikian, sejumlah desa di Kecamatan Laren mulai diterjang luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebutkan, ada enam desa di kecamatan itu yang tergenang. Sekitar 65 hektare sawah di enam desa tersebut terendam banjir.

Yakni Desa Dateng 5 hektare, Plangwot 30 hektare, Laren 15 hektare, Gamapang Sejati 5 hektare, Karangwungu Lor 7 hektare, dan Taman Prihek 3 hektare. “Untuk kerugian materiilnya, kami belum bisa menghitung pasti. Pendataannya belum selesai,” kata Kepala BPBD Lamongan Suprapto kemarin.

Menurut Suprapto, tingginya permukaan air Bengawan Solo itu disebabkan air kiriman dari wilayah hulu. “Di kawasan hulu curah hujan sangat tinggi sehingga airnya mengalir deras di wilayah Lamongan,” terangnya. Sementara itu, di Bojonegoro status Bengawan Solo masih siaga kuning alias siaga II. Bahkan, ada tren penurunan ketinggian air Bengawan Solo.

Ketinggian air pukul 16.00 kemarin mencapai 14,12 pieschall. Posisi tersebut masih terus mengalami penurunan. Sebab, kondisi air di Bendung Karangnongko, Kecamatan Ngraho, juga menurun. “Kalau di sana (Karangnongko) naik, di Bojonegoro pasti naik,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno.

Dengan status siaga kuning itu, puluhan hektare lahan pertanian di Kecamatan Balen terendam. Berdasar data di BPBD, 28 hektare lahan pertanian yang ditanami padi terendam. Jumlah itu tersebar di empat desa, yaitu Karangdowo 7 hektare, Sekaran 3 hektare, Lengkong 15 hektare, dan Mulyoagung 3 hektare. “Di kecamatan lain masih belum ada laporan,” katanya.

Dia meminta warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo tetap waspada. Sebab, jika sewaktu-waktu turun hujan, ketinggian air bisa kembali naik.(idi/msu/zim/nas/c9/dwi/mam/JPG)

Click to comment
To Top