Batam Diserbu Wisman Religi Singapore – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Batam Diserbu Wisman Religi Singapore

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka keran kepada wisata religi ke Indonesia. Napak tilas dan kegiatan budaya itu juga menjadi tema khusus berwisata di tanah air. Terutama wisman asal Singapore yang merasa dekat dengan Batam Bintan.

“Kalau Idul Adha banyak muslem Singapore dan Malaysia yang ke Batam Bintan untuk menyembelih binatang korban, dan kami senang saja,” kata Arief Yahya,

Dalam konteks pariwisata, ziarah itu juga aktivitas wisman. Menurut UN-WTO, Badan PBB yang bergerak di bidang pariwisata, devinisi pariwisata adalah orang asing masuk ke wilayah suatu negara, minimal 24 jam, melintas borderline, bukan untuk bekerja mencari pendapatan di negara itu. “Wisata religi masuk di situ. Seperti Madinah dengan para peziarah Nabi Muhammad,” jelas dia.

Begitupun saat Imlek, umat Konghucu juga boleh bersembahyang di Batam-Bintan, sambil berwisata. Batam rupanya memang menjadi destinasi wisata yang menarik bagi ratusan umat Budhist Singapore. Sejak Sabtu (13/2), 197 umat Budhist Singapore masuk ke Batam. Mereka berwisata sambil beribadah.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo di Istana negara, Jumat (11/2/2016) lalu, Gubernur Kepulauan Riau HM Sani memang langsung tancap gas menarik lebih banyak wisman ke Kepri.  Sani langsung menebar pesona memperlihatkan kemolekan alam dan budaya Batam dan BIntan kemana-mana. Segala fenomena masa kini yang terjadi seiring dengan perkembangan zaman dimanfaatkannya sebagai kendaraan dalam melakukan promosi. Salah satuya, lewat wisata religi.

“Ini peluang besar untuk Batam. Umat Budhist Singapore bisa melakukan banyak hal di Batam yang tidak bisa dilakukan di negaranya,” papar HM Sani yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata kepulauan Riau Guntur Sakti, Minggu (14/2).

Faktanya, Batam masih menjadi magnet bagi warga Singapore. Wisata religi yang dilakukan 197 umat Budhist Singapore adalah buktinya. Sejak Sabtu (13/2), ratusan umat Budhist ini leluasa melakukan banyak hal yang tak bisa dilakukan di negaranya. “Mereka melakukan Fang Sen. Itu ritual melepas makhluk hidup ke alam bebas. Hari ini, ada ratusan kura-kura, burung merpati dan ikan yang dilepas ke alam bebas. Dan malam ini, mereka berencana melepas 200 lentera udara di kawasan wisata Ocarina Batam Center,” tambah Kepala Dinas Pariwisata kepulauan Riau Guntur Sakti.

Menurut Guntur, kegiatan melepas makhluk hidup serta lentera udara sangat dilarang di Singapore. Tapi di Batam, umat Budhist Singapore tadi bisa dengan leluasa melakukannya. “Bagi mereka ini adalah kebajikan untuk alam semesta. Dan pemerintah daerah harus berpartisipasi di dalamnya karena jarak Singapore dan Batam hanya 20 km. Waktu tempuh perjalannya hanya 30 menit. Kami harus bisa melayani tamu-tamu tadi dengan sepenuh hati ,” paparnya.

Untuk umat Budhist Singapore, Batam menyediakan Vihara Samudra Dharma, Tiban Mentarau, Tiban Indah, untuk beribadah. Setiap bulannya, ada 800 hingga 1.000 pengunjung baik dalam maupun luar negeri berkunjung ke sana.

Di Vihara Samudra Dharma yang dibangun di lahan 1.500 meter persegi ini, juga dibangun patung Dewi Kwan Im setinggi 10 meter. Untuk mendukung keindahan wisata, pihak pengelola vihara juga telah membangun 12 shio yang berlokasi di luar vihara. ”Semua orang boleh masuk. Disitu juga dibangun shio-shio bagi pengunjung yang ingin berfoto,” jelasnya. (hrm/rls)

loading...
Click to comment
To Top