Betonisasi Pasar Kliwon Sisakan Serapan Air Tak Maksimal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Betonisasi Pasar Kliwon Sisakan Serapan Air Tak Maksimal

FAJAR.CO.ID, KUDUS – Usai dilakukan betonisasi yang dilakukan dalam dua tahap (2014 dan 2015) pada Pasar Kliwon Kudus kini meninggalkan permasalahan baru. Betonisasi menyebabkan resapan kurang maksimal jika dibandingkan dengan paving.

Terlebih saat musim hujan seperti sekarang ini tentu menjadikan masalah baru yang tentu akan menimbulkan dampak baik para pembeli dan penjual di pasar yang konon terbesar di Eks Karesidenan Pati itu.

Penggantian paving dengan beton tersebut jika dilihat manfaatnya tentu kebijakan yang kurang baik. Mengingat serapan menjadi kurang maksimal. Area semacam Pasar Kliwon tentu lebih efektif menggunakan material yang memiliki daya serap yang tinggi.

Terlebih betonisasi yang menggunakan APBD tersebut menjadi kurang bermanfaat. Bahkan jika dilihat dari bentuk beton, jika tergenang air hujan akan mudah terkikis dan cepat mengalami kerusakan.

“Bukan persoalan bagus tidaknya. Tapi pada kebijakan yang kurang tepat. Kalau curah hujan deras lantas air dibuang kemana? Mengingat beton tidak memiliki daya serap sama sekali. Dalam peraturan kan semestinya tempat semacam itu harus ada area resapannya,” kata Yusuf Istanto, pakar hukum Universitas Muria Kudus (UMK), kemarin (14/2).

Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, bahwa berdasarkan ketentuan yang ada Ia sangat menyayangkan jika bangunan Pasar Kliwon itu di halamannya seharusnya ada resapan air yang cukup tinggi.

Diperkirakan betonisasi yang dilakukan itu tidak akan bertahan lama. Terlebih curah hujan  pada pekan ini cukup tinggi. Mengingat kondisinya mudah tergenang dan kotak pembuangan sedikit dan beberapa masih ditutup.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, Sudiharti menjelaskan bahwa proyek betonisasi yang dilaksanakan dua kali pada 2014 dan 2015 itu semula landasannya paving.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi terkait pembuangan air, Sudiharti belum berkenan untuk menjawab. Termasuk soal biaya yang dikeluarkan untuk pengerjaan proyek betonisasi sebanyak dua kali beserta luasannya.

“Besok saja, ini saya lagi tidak enak badan. Besok saja ya,” ungkapnya.

Sedangkan salah satu penjaga kios Astuti menjelaskan jika kondisi cuaca tidak hujan memang beton yang di depan kiosnya terlihat bagus dan mulus untuk dijadikan tempat parkir mobil. “Bagus kondisinya, terlihat lebih bersih. Kalau tidak hujan,” puskasnya. (nr/RAKYATJATENG)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top