Bupati Demak Dimakamkan di Pemakaman Raja-Raja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Bupati Demak Dimakamkan di Pemakaman Raja-Raja

FAJAR.CO.ID, DEMAK – Bupati Demak, Jawa Tengah, Moh Dachirin Said yang meninggal dunia pada Sabtu (13/2) siang dimakamkan di pemakaman raja-raja Demak di kompleks Masjid Agung Demak, Minggu.

Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Demak, prosesi pemakaman diawali dengan upacara pelepasan jenazah dari Pendapa Kabupaten Demak yang dipimpin Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta keluarga almarhum dan ribuan pelayat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan almarhum dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan terbuka.

Selain itu, kata dia, jalinan relasi yang terbangun dengan almarhum sungguh sangat baik.

Atas nama pribadi dan pemerintah, dia menyatakan berduka. “Keluarga yang ditinggalkan, mudah-mudahan diberi kesabaran,” ujarnya.

Dalam rangka menyelesaikan pekerjaan rumah, Pemkab Demak diharapkan bisa menuntaskannya dengan bekerja ikhlas dan cerdas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setiyono ketika membacakan riwayat hidup almarhum mengungkapkan, almarhum yang lahir di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, pada 21 Januari 1952 itu sempat menjadi guru di PGAN Kupang, NTT, kemudian menjabat sebagai Kasi Muballigh Kanwil Depag NTT di Kupang, serta Balai Diklat Keagamaan, Semarang.

Setelah itu, kata dia, menjadi wakil bupati pada 3 Mei 2011 – 9 Oktober 2012, kemudian dilantik menjadi Bupati Demak pada 10 Oktober 2012.

Ia mengaku sangat kehilangan salah seorang putra terbaik daerah yang juga salah seorang pejabat birokrasi terbaik.

Jasa almarhum terhadap Kabupaten Demak, kata dia, cukup besar, terutama dalam mengantarkan Demak menjadi semakin maju.

Moh Dachirin meninggal dunia di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, Sabtu (13/2) sekitar 13.40 WIB, setelah dirawat selama dua pekan lebih.

Pada hari yang sama jenazah dibawa pulang dan disemayamkan di Pendopo Kabupaten Demak sekitar pukul 16.30 WIB.

Lokasi makam almarhum di kompleks makam raja-raja Demak yang ada di belakang Masjid Agung Demak berdampingan dengan makam bupati terdahulu Tafta Zani.

Tafta Zani yang merupakan bupati periode 2011-2016 itu meninggal saat menghadiri acara silaturahmi dengan warga Demak yang tinggal di Batam pada Maret 2012.

Lantunan bacaan tahlil dan ayat suci Alquran menggema di Pendopo Kabupaten Demak, sejak Sabtu (13/2) sore. Pendopo Kabupaten Demak dikunjungi ratusan pelayat silih berganti. Tampak disana para pejabat, tokoh ulama serta masyarakat sekitar menyampaikan duka cita dan mendoakan kepergian Bupati Dachirin.

Sekira  pukul 18.50 WIB, Orang nomor satu di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo pun juga datang untuk melayat. Kehadirannya itu tampak tanpa ada pengawalan khusus. Ganjar mengenakan baju koko putih serta kopiah hanya ditemani sopir dan Ganjar terlihat khusuk berdoa di samping jenazah almarhum.

“Semua ikut berduka atas meninggalnya Bapak Dachirin. Semoga beliau diterima dengan baik di sisi-Nya dan pihak keluarga tabah,” ujar Ganjar.

Kakak ipar Dachirin, Musadad Syarif, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Bupati Demak Dachirin itu terus menurun dalam beberapa minggu terakhir. Dachirin harus keluar masuk beberapa rumah sakit.

“Sempat di RSUD Kalijaga hingga RS Telogorejo. Kondisinya terus menurun,” ucap Musadad.

Sedangkan adik keempat Dachirin, Ahmad khariri Said, menambahkan, beberapa hari ini Dachirin menjalani transfusi darah di RS Telogorejo. Hingga jelang kepergiannya, Dachirin masih bisa menerima tamu. “Semalam beliau sempat menerima beberapa ulama yang datang menjenguk,” kata Khariri.

Kabag Humas Pemkab Demak, Daryanto, menyatakan Bupati Dachirin meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Telogorejo, Semarang, Sabtu sekitar pukul 13.40 WIB.  Dan  Almarhum dimakamkan pada Minggu (14/2)  sekitar pukul 09.00 WIB di kompleks pemakaman Masjid Agung Demak. Makam Dachirin berdampingan dengan makam Bupati Demak  terdahulu, Tafta Zani.

“Beliau meninggal karena alami sesak nafas, ” katanya.

Sementara Ketua DPRD Demak H. Nurul Muttaqin,S.H.I menuturkan atas nama masyarakat Kabupaten Demak mengucapkan turut berduka atas meninggalnya Bupati Demak H.M. Dachirin Said,M.Si

Menurut Nurul, Bupati Dachirin adalah sosok pemimpin yang  jujur, bersih, dan tidak neko  – neko , apalagi program kerjanya sudah hampir 100 persen, tentunya keluarga besar Kabupaten Demak sangat kehilangan sekali sosok sang pemimpin religius dan amanah itu

“Kami secara pribadi dan  atas nama masyarakat Kabupaten Demak turut berduka cita sedalam dalamnya dan tentunya masyarakat kehilangan sosok Bupati yang jujur, besih dan tidak neko-neko seperti Beliau pak  Dachirin , kami berharap pemimpin berikutnya dapat meneladani langkah beliau serta mari kita lanjutkan perjuangan beliau” Ungkap Ketua DPRD Demak H. Nurul Muttaqin,S.H.I kepada Rakyat Jateng. (fiz/RAKYATJATENG)

 

Click to comment
To Top