Daeng Aziz dan Yusman Nur, Siapa yang Berkuasa di Kalijodo? Simak Penjelasan Berikut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Daeng Aziz dan Yusman Nur, Siapa yang Berkuasa di Kalijodo? Simak Penjelasan Berikut

FAJAR.CO.ID, — KaliJodo, merupakan Kawasan prostitusi dan perjudian  di Jakarta Utara letaknya  di RT 001, RT 003, RT 004, RT 005 dan RT 006 pada RW 05 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

 Lokalisasi tersebut telah berada lama, bahkan semenjak penjajahan Belanda, namun dimasa penjajah, kalijodo dikenal dengan nama tempat mencari cinta, namun buka tempat prostitusi.

 Seiring Zaman berganti, generasi pun berganti, pada tahun tahun 1970, tempat ini dirubah menjadi tempat prostitusi, pelacuran dan perjudian. Hingga Pada tahun 1965, Kalijodo mulai di kuasai oleh para penguasa jalanan dari daerah yang datang merantau sekedar mengubah nasip.

 Pada tahun 1970-an, Para pemuda-pemuda Sulawesi mulai menjaring di lokalisasi tersebut, sehingga mereka terbagi menjadi dua kubuh, kelompok Bugis (Sulsel) di bawah Pimpinan Daeng Aziz, dan Kelompok dari Mandar yang kini masuk Sulawesi Barat, yang di ketuai oleh Yusman Nur.

 Dalam bukunya, Krishna mukhti, yang berjudul “GEGER KALIJODO” menuliskan, bahwa kelompok Yusman lebih terorganisir dan memiliki anak buah yang banyak ketimbang kelompok Daeng Aziz.

Kelompok Yusman Nur memiliki struktur seperti sebuah organisasi yang memiliki ‘tentara’ dengan ‘panglimanya’ sendiri, Kelompok ini dikenal dengan nama “Anak Macan”, Kelompok ini juga telah memiliki catatan hitam yang mengerikan, diantaranya pembunuhan anak buak Daeng Aziz dan pengejaran terhadap FPI.

 Bertolak belakang dengan Opini yang Berkembang, Bahwa Daeng Aziz terkenal ‘sangar’ didaerah itu, namun menurut Khrisna mukhti, meskipun daeng Aziz pernah menodongkan pistol kea arah Khrisna, namun daeng aziz bukan se-sangar yang diberitakan.

 Hal ini karen Hanya tersisa daeng aziz di kawasan tersebut yang kini usianya suda mencapai 60 tahun, di lokasi tersebut daeng aziz mempunyai Bar, tempat perjudian yang setiap harinya dia terus memantaunya.

 Sedangkan Yusman Nur yang menjadi kepala kelompok Anak Macan, sampai sekarang tidak tahu rimbahnya, dia keluar dari lokasi tersebut semanjak tahun 2002, saat pertikaian antara 2 kelompok ini yang menewaskan adik daeng Aziz.  (Fajar/dal)

loading...
Click to comment
To Top