Karena Kata Siap, Sang Komandan Diminta Cerai oleh Istrinya, Baca ni Ceritanya, Lucu.. – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Karena Kata Siap, Sang Komandan Diminta Cerai oleh Istrinya, Baca ni Ceritanya, Lucu..

FAJAR.CO.ID, Iya-Siap, adalah dua kata yang paling diucapkan dari mulut Donjuan, bahkan  ketika sang pengacara, sebut namanya saat proses mediasi perkara perceraian di PA Surabaya, Kamis (11/2).

 Tidak ada kata ketiga, keempat, kesepuluh atau kesekian. Sehingga dari dua kata itulah sang istri memintanya untuk dicerai.

“Ndan (komandan, Red), kalau masih cinta sama ibu, ya harus dipertahankan. Minta maaf lah sama ibu,” kata Hendro (pengacara-red) kepada Donjuan.

Dengan tubuh kekar dan gagah, si Donjuan hanya menjawab dengan satu kata: siap! Donjuan dan Karin pun kemudian masuk ke ruang mediasi secara bersamaan. Dari jendela kaca luar, proses mediasi yang berjalan sekitar 45 menit itu, terlihat tegang.

Entah apa yang dibicarakan. Karin tampak mendominasi proses mediasi yang dimediatori M Adnan.

Sementara, Donjuan hanya menundukkan kepala. Sesekali Donjuan melihat pada mediator, kemudian menyampaikan sedikit kalimat.

Setelah proses mediasi selesai, Karin duduk dan meneguk air mineral di lorong PA. Donjuan berbincang dengan salah satu rekannya, lalu duduk di samping Karin.

“Suamiku itu dinasnya 24 jam. Ndak pernah pulang ke rumah. Pas tak suruh tidur di teras jawabannya: siap. Tak bilangin gak usah pulang, jawabannya: siap. Opo-opo jawabannya: iya dan siap. Itu saja,” kata Karin, jengkel.

Begitu pula pada waktu proses mediasi dan sidang cerai berlangsung. Kata Karin, suaminya hanya melontarkan dua kata saktinya: siap dan iya. Sehingga, ketika proses sidang, sang pengacara lah yang mendominasi untuk membantu Donjuan menjawab pertanyaan hakim.

Sebenarnya Karin sudah memahami karakter suami sejak awal-awal menikah. Si Donjuan adalah sosok diam dan tidak banyak bicara. Bahkan, karena karakter itulah Karin kesengsem dengan Donjuan.

Menurut Karin, Donjuan makin diam dan sering mengungkapkan dua kata itu dalam tujuh tahun terakhir ini. “Sudah biasa, sih. Saya cuek saja,” tukasnya.

Kemungkinan, kata Karin, Donjuan sering mengatakan dua kata itu karena malas bicara dan lebih banyak bekerja. Akan tetapi, Karin nekat menggugat cerai ketika si Donjuan hanya menjawab: siap dan iya, saat si Karin menantang akan mengajukan gugatan cerai ke suaminya.

“Masalahnya cuma sepele, gara-gara suami gak pulang seminggu. Datang-datang saya langsung minta cerai. Mbok ya mbela dan minta maaf. Eh jawabannya malah cuma iya dan siap,” kata Karin geleng-geleng melihat suaminya.

Mendengar ungkapan istrinya, Donjuan hanya senyum-senyum doang. “Iya, maaf,” kata Donjuan kemudian memegang tangan istrinya.

Tak lama kemudian, Karin vs Donjuan kembali masuk ke ruang mediasi. Ternyata Karin dan Donjuan menandatangani kesepakatan damai untuk kembali rujuk.

“Pokoknya syaratnya iya itu jangan sering ngomong: siap dan iya,” jelas Karin sambil melihat Donjuan.

Kali ini dengan tatap yang lumayan mesra. “Iya, Ma. Siap,” jawab Donjuan tersenyum. Juga dengan tatapan mata tak kalah mesranya. Cie… cie… cie.

(*/opi/awa/jpg) 


 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top