4 Petugas Ronda Pelaku Pemerkosa itu Belum juga Ditangkap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

4 Petugas Ronda Pelaku Pemerkosa itu Belum juga Ditangkap

FAJAR.CO.ID,  PEKANBARU – Penderitaan yang dialami gadis belia 14 tahun itu tak kunjung selesai, proses hukum pun terkesan masi terkatung-katung.

Sebelumnya dilaporkan, SS yang berada di rumah Fb, temannya, sedang berada di bawah ancaman petugas ronda. Sementara Fbn dan Fe menjemput jaminan agar rekaman mesum yang terpaksa mereka lakukan tak diketahui orang tua mereka, di rumah SS tinggal bersama tiga petugas ronda.

Klik : BEJAT: 4 Petugas Ronda Gilir Gadis 14 tahun

Tiba-tiba, Ag membawa SS ke dalam kamar. Katanya, ada yang mau dibicarakan. Di kamar, Ag malah buka celana dan sarung yang dikenakan SS. Singkat cerita, kedua pria lainnya bergiliran menyetubuhi SS. Tak lama berselang, Fe dan Fb datang. Dia membawa tablet merek Samsung sebagai jaminan itu.

Petugas ronda yang ikut menjemput Hp, lalu dibisikkan agar turut menyetubuhi SS. Bergegas, dia pun masuk ke kamar. Sementara Ag, mengawasi di ruang tamu. Jaminan berupa tablet kemudian diterima. Uang yang diminta, harus ada paling lambat, Ahad (14/2) pagi.

Kata sepakat terkait penyerahan uang seperti yang dibicarakan sebelumnya, sudah dicapai. Namun sebelum pulang, Ag kembali masuk ke kamar, tempat SS berada. Sekali lagi, dia menyetubuhi SS. Tak mau ketinggalan, ketiga rekannya juga ikut secara bergiliran. “Kami tidak tahu, ternyata SS digilir di dalam kamar,’’ ujar Fb dan Fe, seperti dikutip dari Pekanbaru MX, Senin (15/2).

Puas menggilir korban, Ag mengancam agar persoalan malam itu tak diberitahu kepada siapapun. Selanjutnya mereka pergi begitu saja.

Besok sorenya, Da abang Fe mendengar soal penggerebekan. Apalagi dia juga sempat diminta bantu uang Rp2,5 juta. Kemudian dia memanggil Fe, Fb dan SS, menanyakan kejadian yang sebenarnya.

Dengan lugas, SS kemudian menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya saat Fe dan Fb meninggalkan rumah. Pernyataan itu membuat Da kaget. Dia langsung menjumpai ketua RT.

Tak lama berselang, para pelaku juga datang ke rumah RT. Namun mereka menolak tuduhan tersebut. “Pelaku tampak seperti merasa tidak bersalah. Bahkan Ag masih bisa tertawa. Padahal banyak masyarakat melihat sore itu,’’ tutur AI.Ketua RT lalu menyarankan persoalan ini dilaporkan ke Polsek Payung Sekaki, Jumat (12/2) malam. Sebab, tak ada kata sepakat yang didapat dari penyelesaian secara kekeluargaan tersebut.Malam itu juga, rombongan melapor ke Polsek Payung Sekaki. Hanya saja, mereka malah diarahkan melapor ke Polresta Pekanbaru. Tanpa menunggu waktu, pihak korban melapor ke Polresta.

Di lantai III, mereka diterima petugas Reskrim yang bertugas. Menurut AI,  petugas kurang cepat merespons. Hanya lantaran dia tidak membawa identitas. Sambil memohon, AI meminta petugas langsung menangkap pelaku. Dia takut jika tidak ditindaklanjuti, mereka diancam para pelaku.

“Petugas yang kami temui malam itu mengatakan mereka hanya ada tiga orang. Tidak mungkin langsung menangkap, jadi diterima laporan dulu,’’ tutur AI.

Setelah laporan diterima, rombongan pulang ke rumah. Saat itu mereka mendapat kabar pelaku telah pergi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Arief Syarief Hidayat ketika dikonfirmasi, Senin (15/2) mengaku belum mendapat laporan resmi dari anggota. (pmx/mas/adk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top