Jatuh Cinta Pada Wanita Lain Agama, Inilah Kisah dari Hati Yang Labil – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jatuh Cinta Pada Wanita Lain Agama, Inilah Kisah dari Hati Yang Labil

ADA binar-binar kesedihan yang menggenangi matanya yang berceruk. Ibu tua itu, semakin patah asa, kala buah hatinya yang terbujur kaku di ranjang tak juga kunjung bicara padanya.

Sungguh aku baru saja mengunjungi putraku,” kata si Ibu kepada seorang pemuda, yang adalah teman anaknya. “Aku mengajaknya berkomunikasi, akan tetapi dia tak menjawab perkataanku”

“Marilah berkunjung bersamaku” kata teman anaknya, yang coba tawarkan solusi.

Entah sudah berapa rangkaian purnama, buah hatinya itu kehilangan nalar. Jatuh cinta pada seorang perempuan yang berbeda keyakinan, telah merenggut akal sehatnya. Ia tak mau bicara pada siapapun. Kecuali kepada temannya yang selama ini menjadi kurir surat cinta, dengan si wanita idamannya itu.

Si Ibu kemudian berkunjung lagi pada buah hatinya. Kali ini bersama temannya.

“Sesungguhnya kekasihmu telah mengirim surat padamu” kata temannya

“Bagaimanakah isinya” suaranya cekat bak mencium ‘aroma surga’.

“Titipan suratnya, ada pada Ibumu.” Jawab temannya singkat.

Ibuya kemudian mengarang surat cinta sebisanya. Hari-hari pun berlalu dengan setumpuk surat palsu buatan ibunya. Namun, seakan menjadi penyakit yang kian menoktah. Kesehatannya semakin memburuk. Hingga suatu ketika yang tak pernah dinyana, sesuatu terjadi…

“Jika aku tidak bisa berkumpul bersama kekasihku di dunia,” katanya dengan suara yang serak, “biarlah nanti aku bertemu denganya di akhirat” sambungnya, dengan mata yang seakan telah melihat dekat ajalnya.

“Bagaimana engkau bisa bertemu dengan kekasihmu di akhirat?” temannya cemas kini.

“Aku akan keluar dari agama Muhammad. Sekarang aku bersaksi tentang Isa, Maryam dan salib yang agung.” Setelah terlisan kata-kata yang bagai halilintar itu, dia pun menghebuskan nafas terakhir.

***

Temannya kemudian memberi kabar kematian itu kepada kekasihnya. Tapi ternyata, si wanita juga sedang sakit. Di atas ranjang kematian, si wanita yang kejelitaan parasnya telah membuat sang Lelaki bagai majnun itu, berkata :

“Jika aku tidak bisa bertemu dengan kekasihku di dunia, maka biarlah aku bertemu dengannya di akhirat. Tersebab itu, maka sekarang aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Sejak saat ini aku menyatakan keluar dari Nashrani”

Lalu, maut menutup hayatnya, tak lama berselang.

***

Demikianlah tersebab hati kita labil. Tersebab hati kita tak stabil. Tersebab setan mengintai setiap saat, Maka pinta tuk diteguhkan dalam Islam dan Iman adalah sebuah keharusan.

“Karomah terbesar bagi seorang muslim” demikian kata Ibnu taimiyah, “adalah luzumul istiqomah. Tetap istiqomah”.

Berapa banyak orang yang memiliki karomah-karomah lain, tapi ia tak dikaruniakan istiqomah. Seperti Bal’am Ibnu Ba’urah. Lelaki yang berlisan mustajab. Setiap doanya selalu dikabulkan oleh Allah, tersebab ia mengetahui nama Allah yang azhim. Ia telah menyaksian sendiri keajaiban karomahnya. Tapi ia tutup riwayat hidupnya dengan kufur kepada Allah

Ya Allah, yang maha membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami di atas Diin-Mu.

Ilahi..
Di pintu maafMu
Inilah taubat yang ber-azzam
Bantulah beta dalam taat Wahai Pemilik Zamzam.
Biarlah manusia berubah karena zaman
Namun tetapkan aku hingga ke surgaMu nan penuh taman
===============================
Ilahi, biarlah beta meneguk manis bermunajat padaMu hingga maut menyapa

—oO0Oo—

Kisah di atas dimuat oleh Imam Ibnu Jauzi dalam karyanya yang telah diindonesiakan dengan judul Belenggu Nafsu, Bab Kufur Sebab Isyq. 

Sumber artikel: klik di sini

To Top