Lantik 17 Kepala Daerah Habiskan Rp. 400 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Lantik 17 Kepala Daerah Habiskan Rp. 400 Juta

FAJAR.CO.ID, SEMARANG, RAJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menggelontorkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pelantikan Bupati/Walikota dan wakil terpilih yang akan dilantik di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Rabu (17/2) besok. Hal itu dikatakan oleh Sekda Jateng, Sri Puryono yang mengaku anggaran tersebut ditanggung oleh 17 Kepala Daerah terpilih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kata Sri, anggaran tersebut sesuai dengan Pasal 166 Undang-undang Nomer 23 Tahun 2015. “Pembiayaan untuk penyelenggaraan Kepala Daerah ini menjadi beban APBD saja. Kalau untuk APBN tidak, karena itu untuk pelantikan Gubernur saja. Ini kan untuk bupati/walikota,” kata Sri Puryono. Senin (15/2).

Menurutnya, pelantikan tersebut mengusung konsep pesta rakyat. Selain itu, Kepala Daerah yang dilantik harus menyajikan makanan khasnya. Tiap daerah diminta menyediakan 300 porsi makanan untuk tamu undangan. Sebab, tamu undangan yang akan hadir diperkirakan lebih dari 200. Sementara untuk Pemprov Jateng sendiri akan menggelar pameran produk UMKM.

“Semua daerah yang akan dilantik harus membawa makanan khasnya. Ada beberapa yang sudah menyanggupinya. Salah satunya, Kabupaten Banjarnegara yang menyediakan sate Banjar khas daerahnya,” jelasnya.

Sementara itu, pada pelantikan tersebut hanya empat daerah yang tidak akan dilantik. Sebab, keempat daerah itu Akhir Masa Jabatan (AMJ) belum habis. Empat daerah yang dilantik menyusul pada pertengahan Maret yakni Grobogan dengan AMJ 14 Maret 2016, Demak dengan AMJ 3 Mei 2016, Sragen dengan AMJ 4 Mei 2016, dan Pekalongan dengan AMJ 27 Juni 2016.

Pelantikan kepala daerah terpilih dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan dilaksanakan di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, pada Rabu (17/3) besok, berkonsep pesta rakyat.

“Konsep pesta rakyat yang diusung pada pelantikan bupati/wali kota dan wakilnya bertujuan agar rakyat dapat ikut merasakan kemenangan pemimpin yang sudah mereka pilih,” kata Kepala Biro Humas Setda Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi di Semarang, Senin (15/2).

Ia menjelaskan bahwa perwakilan warga dari 17 kabupaten/kota yang hadir pada pesta rakyat tersebut dapat menikmati berbagai makanan khas dari masing-masing daerah secara gratis.

“Selain itu juga akan ada pameran produk unggulan dari belasan kabupaten/kota yang kepala daerahnya dilantik,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan pelantikan 17 kepala daerah itu, arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima Semarang akan ditutup mulai pukul 08.00-12.00 WIB sehingga akan mengurangi kenyamanan para pengguna jalan.

Sinoeng menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menyampaikan tiga pesan kepada para kepala daerah terpilih saat pelantikan berlangsung.

Ketiga pesan itu adalah pengawasan dan jaminan penggunaan dana desa di wilayah kepemimpinannya secara transparan, pengembangan potensi daerah yang dimiliki dan selaras dengan program desa mandiri, serta penerapan “one village one product” guna membantu perekonomian masyarakat.

Dari 21 daerah yang sudah mempunyai kepala daerah terpilih, ada empat kabupaten yang bupatinya akan dilantik setelah Februari 2016 terkait dengan akhir masa jabatan.

Masa jabatan Bupati Grobogan berakhir pada 14 Maret 2016, Bupati Demak 3 Mei 2016, Bupati Sragen 4 Mei 2016, dan Bupati Pekalongan 27 Juni 2016.

Ke-17 kepala daerah terpilih yang akan dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Rabu (17/2) mendatang adalah Hadi Rudyatmo-Purnomo (Kota Surakarta), Agus Bastian-Yuli Hastuti (Kabupaten Purworejo), Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi (Kabupaten Purbalingga), Mohammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz (Kabupaten Kebumen), Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto (Kabupaten Rembang), Djoko Nugroho-Arief Rohman (Kabupaten Blora), Eko Purnomo-Agus Subagyo (Kabupaten Wonosobo).

Kemudian, Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati Rahayu (Kota Semarang), Seno Samodro-Muhammad Said Hidayat (Kabupaten Boyolali), Mundjirin-Ngesti Nugroho (Kabupaten Semarang), Joko Sutopo-Edy Santosa (Kabupaten Wonogiri), Junaedi-Martono (Kabupaten Pemalang), Mirna Annisa-Masrur Masykur (Kabupaten Kendal), Alf Arslan Djunaid-Moch Saelany Machfudz (Kota Pekalongan), Wardoyo Wijaya-Purwadi (Kabupaten Sukoharjo), Srihartini-Srimulyani (Kabupaten Klaten), dan Sigit Widyonindito-Windarti Agustina (Kota Magelang). (ale/RAKYATJATENG)

 

loading...
Click to comment
To Top