Nauzubillah: di Sulawesi Utara, Diperbolehkan Menikahi Ibu Kandung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Nauzubillah: di Sulawesi Utara, Diperbolehkan Menikahi Ibu Kandung

FAJAR.CO.ID, GORONTALO – Masalah pernikahan telah tegas diatur dalam Agama, sehingga tak heran jika dalam peraturan kementrian agama, Hukum-hukum pernikahan berpatokan kepada ajaran Agama masing-masing.

Berbeda dengan salah satu suku yang terdapat di pedalaman Gorontalo Sulawesi Utara, dalam proses pernikahannya, seseorang diperbolehkan menikah dengan saudara kandungnya, bahkan bisa dengan ibu yang melahirkannya. Nauzubillah!

Mereka adalah Suku Polahi, Suku Polahi, merupakan suku yang tinggal di pedalaman Kabupaten Gorontalo, Mereka merupakan Suku primitive yang hidup pada alam belantara Gorontalo, mereka tidak mengenal Agama, tidak pula mengenal tekhnologi, mereka hidup ketergantungan dengan alam sekitar.

Mereka hidup berkelompok, dan dipimpin oleh salah seorang kepala suku, kepala suku ini yang mengatur segala kehidupan sosial mereka, hingga ke pernikahan. Untuk pernikahan suku ini, tidak memakan biaya, atau tidak banyak seluk-beluk, Cukup kepala suku Polahi ini membawa kedua calon mempelai ke sungai lalu disiram air dan dibacakan mantera, setelahnya mereka sah menjadi suami istri.

Selain dilarang dalam agama, pernikahan sedarah juga dilarang dalam tinjauan medis, sebab pernikahan tersebut bisa menyebabkan cacat dan mudah terserang penyakitan.

Prof, Alan Bittles, seorang pakar Direktur Pusat Genetika Manusia mengatakan, Kawin sedarah dapat menyebabkan beberapa penyakit pada anak, diantaranya kebuataan, tuli, dan penyakit neurodegenerative, yaitu penyakit yang tejadi karena kerusakan sel-sel  syaraf.

Anehnya, penyaki-penyakit aneh ini tidak teserang suku Polahi, tidak ada warganya terkena penyakit tersebut. Bahkan dari segi fisik mereka terlihat biasa-biasa saja seperti hasil pernikahan yang wajar.

Tradisi pernikahan ini dipertahankan suku polahi untuk menjaga keturunan secara turun-temurun. dari berbagai sumber sejara, mengatakan bahwa suku polahi ini merupakan warga asli gorontalo yang hijrah kehutan belantara karena dijajah belanda pada tahun-tahun penjajahan tempo dulu, jika diprediksi, total jumlah suku ini sekarang hanya berkisar 500 jiwa.

Hal ini karena sebagian suku telah menetap untuk membangun rumah, namun sebagian lain masi nomaden atau berpindah-pindah. (pojoksatu/Fajar.co.id)

Click to comment
To Top