RSUD Belum Bisa Layani Masyarakat Miskin Kabupaten Demak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

RSUD Belum Bisa Layani Masyarakat Miskin Kabupaten Demak

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Semarang, kesulitan membantu warga miskin dari kabupaten Demak yang menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit yang berada di dekat perbatasan kota tersebut.

Direktur Utama RSUD Kota Semarang, Susi Herawati, Senin (15/2) mengaku, kendati rumah sakit yang dipimpinya banyak menerima pasien rawat inap dari Kabupaten demak, namun warga daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang tidak bisa mendapat bantuan dalam segi administrasi. “Memang kita tidak akan menolak pasien dari manapun termasuk dari Kabupaten Demak khususnya daerah Mpranggen dan Karangawen. Tapi, jika ada pasien dari Kabupaten Demak yang kurang mampu kekurangan biaya manajemen rumah sakit tidak bisa membantu,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Susi menambahkan, alasan utama adalah belum adanya keterbukaan terkait adminsitrasi dari Kabupaten Demak. “Kita sudah pernah mengirimkan surat kepada Pemkab Demak terkait pasien kurang mampu. Tapi hingga saat ini belum ada tanggapan. Padahal banyak pasien dari Demak yang dirawat di RSUD Kota Semarang,” ungkap Susi.

Selama ini, pasien kurang mampu yang belum mengantongi BPJS, atas kebijakan Pemkot Semarang dijamin oleh jaminan kesehatan masyarakat kota (Jamkesmaskot) yang bersumber dari APBD Kota Semarang. “Karena belum ada respon dari Pemkab Demak, tentu jaminan serupa belum bisa digunakan untuk warga Demak karena secara adminstrasi memang berbeda. Karena sesama pasien, tentu pelayanan yang diberikan sama. namun untuk permasalahan administrasi belum bisa dilakukan,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Sutrisno, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Semarang. Dari ribuan pasien yang dirawat di RSUD Kota Semarang merupakan warga Demak. Namun, karena permasalahan administrasi yang berbeda tentu belum bisa dibantu melalui subsidi pemerintah. “Sebenarnya ketika ada pasien kurang mampu kita tidak sampai hati. Tapi karena regulasi bicara seperti itu mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, dari pantauan RAJA, setiap hari ratusan pasien baik rawat inap maupun rawat jalan dirawat di sejumlah bangsal yang ada di RSUD tersebut. “Penyakit yang dialami warga berbagai macam ada yang diare, DBD, sampai ada yang karena kecelakakan lalulintas,” tambahnya. (Jw/RAKYATJATENG)

 

loading...
Click to comment
To Top