Selama Danny di Amerika, Dewan: Beri Sanksi Tegas PNS Bolos – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Selama Danny di Amerika, Dewan: Beri Sanksi Tegas PNS Bolos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Keberangkatan Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomnato ke Amerika Serikat, menjadi kesempatan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak bekerja atau bolos.

Tercatat selama dua hari Danny di Amerika sejak berangkat Senin kemarin ada sebanyak 261 PNS yang alpa berkantor. Hal tersebut sebelumnya diungkapkan oleh Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar, Munandar.

Menanggapi hal tersebut anggota Komisi A bidang hukum dan pemerintahan DPRD Makassar Abdi Asmara menegaskan, seharusnya para PNS yang alpa berkantor itu bisa segera diberi sanksi yg tegas. “Itu adalah kewenangan BKD untuk memberikan sanksi,” kata Abdi Asmara, Selasa (17/2). Menurutnya, pengawasan terkait absensi para pegawai bisa semakin ditingkatkan. Apalagi, saat ini absensi scan retina dan jari sudah diberlakukan.

“Saya rasa absensi scan retina dan jari itu tidak bisa dibohongi, itu lebih valid,” tukas Abdi. Lebih lanjut ketua Fraksi Demokrat ini mengatakan para PNS yang alpa berkantor selama Danny melancong ke Negeri Paman Sam Amerika bukan karena merasa tak ada yang mengawasi. “Mereka-mereka itu memang sepertinya malas. Ini semua ini yang akan disidak nantinya,” terang Abdi.

Berbeda dengan Ketua Komisi A, Abdul Wahab Tahir yang akan meminta data ke BKD untuk mengrtahui siapa saja oknum-oknum itu. ” Besok saya akan minta data oknum pns tersebut ke BKD Kota Makassar,” kata dia.

Menurut legislator Fraksi Golkar ini, jika terbukti bahwa PNS tersbut memanfaatkan kepergian Danny, Komisi A akan meminta agar di berikan sanksi yang tegas

“Wah luar biasa perilaku mereka oknum PNS tersebut kalau terbukti Komisi A akan minta PNS yang bersangkutan diberi sanksi yg tegas, inspektorat harus melakukan pemeriksaan terhadap oknum PNS tersebut kalau terbukti mereka sengaja bolos berikan sanksi yg tegas kepada oknum PNS tersebut,” tegasnya.(RAKYATSULSEL)

loading...
Click to comment
To Top