DIperiksa KPK Enam Jam, Hendi Absen Gladi Resik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

DIperiksa KPK Enam Jam, Hendi Absen Gladi Resik

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Jelang pelantikan sebagai Walikota Semarang, Jawa Tengah terpilih, Hendrar Prihadi mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (16/2). Hendi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Damayanti Wisnu Putranti (DWP) yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI asal Jawa Tengah.

Karena harus menjalani pemeriksaan, Walikota Semarang terpilih hasil Pilkada Serentak, 9 Desember 2015, Hendrar Prihadi, absen dalam gladi bersih pelantikan 17 kepala daerah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Selasa 16 Februari 2016. Hendrar berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dari pantauan di lokasi, hanya Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu yang hadir. Posisi Hendrar diwakili petugas Aparatur Sipil Negara.

“Hendrar Prihadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DWP (Damayanti Wisnu Putranti),” kata pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Selasa (16/2).

Namun, belum diketahui keterkaitan Hendrar dengan Damayanti selain mereka berasal dari satu partai yang sama yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Selain Hendrar, KPK juga memeriksa Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir yang juga sudah menjadi tersangka dalam kasus ini

Turut menjalani pemeriksaan yakni Jailani selaku tenaga ahli anggota DPR Komisi V dari fraksi PAN Yasti Soepredjo Mokoagow sebagai saksi untuk Damayanti.

KPK menggali hubungan antara Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti dengan Hendi.

Hendi mendatangi gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta sekira pukul 09:00 WIB. Dengan menggunakan batik putih bermotif cokelat-merah, Hendi keluar dari gedung KPK sekira pukul 15:00 WIB. Dia menjalani pemeriksaan sekira enam jam.

“Intinya ditanya sejauh mana kenal sama Mbak Damayanti,” kata Hendi usai diperiksa di gedung KPK Jakarta, kemarin.

Hendi diperiksa sebagai saksi untuk Damayanti dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji oleh anggota DPR dalam proyek pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun politisi PDIP itu itu enggan menungkapkan kedekatan keduanya. “Kenal saat pencalegan kemarin,” tambahnya.

Dua membantah ada dana aspirasi yang mengalir ke Semarang meskipun Damayanti berasal dari daerah pemilihan Jawa Tengah.

“Tidak ada (dana aspriasi),” akunya.

Hendi yang menggantikan Soemarmo Hadi Saputro yang juga terjerat kasus korupsi di KPK itu menegaskan bahwa ia dan Damayanti hanya sesama kader PDI-Perjuangan.

“Tahu sesama kader partai, baliho-balihonya banyak, saya izin ya saya mau ke bandara persiapan pelantikan,” ungkapnya.

Dia kemudian pergi dengan mobil Toyota Kijang berwarna hitam, bernomor polisi B 828 DAY menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan anggota Komisi V dari fraksi PDI-Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti dan dua orang rekannya yaitu Julia Prasetyarini(UWI) dan Dessy A Edwin (DES) sebagai tersangka dugaan penerimaan suap masing-masing sebesar 33.000 dolar Singapura sehingga totalnya mencapai 99.000 dolar Singapura.

Uang tersebut berasal dari Direktur PT WTU Abdul Khoir (AKH). Total komitmen Khoir adalah sebesar 404.000 dolar Singapura sebagai fee agar PT WTU mendapat proyek-proyek di bidang jasa konstruksi yang dibiayai dana aspirasi DPR di provinsi Maluku yang dicairkan melalui Kementerian PUPR. (dbs/rakyatjateng)

 

Click to comment
To Top