Inilah Rahasia Kenapa Mode Bijuu Naruto tidak Bisa Sampai Tingkat Tertinggi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hiburan

Inilah Rahasia Kenapa Mode Bijuu Naruto tidak Bisa Sampai Tingkat Tertinggi

BIJUU atau bisa dikatakan gambaran kemarahan manusia hingga bisa berubah bentuk menjadi monster kuat ternyata sudah ada sejak jaman dahulu.

Mode bijuu, atau perubahan seorang jinchuriki, ninja yang didalam tubuhnya telah ada monster dan disegel agar tidak bisa sembarangan keluar atau mewujudkan dirinya, kedalam bentuk monster.

Monster tersebut merupakan pecahan dari juubi atau monster ekor sepuluh yang merupakan kumpulan chakra yang sangat besar, bahkan lebih dahsyat chakra manusia biasa. Juubi tersebut kemudian dipecah oleh Hagoromo Ootsutsuki atau yang dikenal dengan Rikudo Sanin menjadi 9 monster, mulai dari monster berekor satu hingga sembilan milik Naruto.

Pengendalian penuh atas jinchuriki entah itu dipenjara atau tidak disulut amarahnya bisa jadi salah satu pilihan dalam mengendalikan bijuu atau monster yang telah disegel dalam tubuh ninja, selain memang latihan khusus yang dijalani oleh Killer Bee, salah seorang jinchuriki yang dalam tubuhnya tersegel monster ekor delapan, monster terkuat kedua setelah monster berwujud rubah berekor sembilan dengan nama Kurama, milik Naruto, yang jadi monster terkuatnya.

Naruto sendiri sebelum mengendalikan bijuu miliknya dengan kekuatan sage (pertapa) mode, bantuan dari chakra milik ibunya dan arahan khusus dari Killer Bee seringkali berubah menjadi mode bijuu yang tak sempurna.

Dimulai dari latihan penguasaan Kuchiyose No Jutsu bersama Sanin Jiraiya, kemudian pertempuran melawan Neji Hyuuga dalam ujian chunin, Naruto memaksa keluar chakra kyubi (bijuu beekor sembilan) miliknya; dilanjutkan bertarung dengan rekan setim sekaligus sahabatnya, Sasuke Uchiha, di lembah kematian ketika mencegah Sasuke agar tidak keluar dari desa Konoha untuk mengikuti Orochimaru; hingga puncaknya Naruto berubah menjadi mode bijuu dalam wujud ekor sembilan yang akhirnya memaksa keluar Ayahnya yang telah meninggal dunia dalam bentuk chakra untuk kembali membuat segel yang telah melemah.naruto_bijuu_mode

Jika diamati lebih mendalam, perubahan yang dialamai para jinchuriki termasuk Naruto, disebabkan oleh kekesalan maupun kemarahan yang tak terkendlikan lagi, baik itu Naruto yang kesal kepada Neji maupun Sasuke yang tidak mengerti tentang ide-ide yang telah disampaikan Naruto, hingga kemarahan Naruto pada Orochimaru saat dia diprovokasi bahwa Sasuke akan dijadikan “alat” saja; kebencian dan kemarahan Naruto saat melihat desa Konoha hancur berantakan maupun Hinata Hyuga disakiti oleh Pein keenam.

Jinchuuriki Pengendalian rasa marah sebagaimana yang ada dalam ajaran Islam bukan hal yang omong kosong, Rasulullah SAW sendiri berpesan, hingga diulang tiga kali, agar seseorang tidak marah. Yah, mau tidak mau kita harus akui bahwa kemarahan merupakan salah satu sumber dari kerusakan yang ada di bumi; mulai dari kekerasan terhadap anak hingga perang dunia yang dicatat sejarah terjadi dua kali, belum lagi kerusakan ekosistem alam timbul akibat kemarahan yang tidak bisa diredam.

Naruto-mangaBisa jadi Masashi Kishimoto membuat representasi amarah pada kisah dan visualisasi wujud seekor monster; monster yang tidak biasa, yang didalam tubuh sekaligus penopang kehidupan monster itu ialah amarah maupun kebencian yang sangat kuat. Kita sendiri mungkin ada baiknya mengakui bahwa kemarahan dan kebencian jika direpresentasikan akan memiliki dampak yang lebih dahsyat dari sekedar bijuu atau juubi yang dikisahkan dan divisualisasikan oleh Masashi Kishimoto dalam serial Naruto bukan?

source: KLIK DI SINI

loading...
Click to comment
To Top