Pelantikan Bupati / Walikota Se-Jateng Aman dari Teror – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pelantikan Bupati / Walikota Se-Jateng Aman dari Teror

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Pelantikan Kepala Daerah terpilih dalam Pemilukada serentak tahun lalu yang sedianya akan dilaksanakan Rabu (17/2) di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang dipastikan aman dari ancaman teror.

Dalam pelantikan tersebut rencananya akan diikuti sebanyak 17 Kepala Daerah se-Jawa Tengah.

Kepala Biro Humas Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jateng, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan keamanan merupakan aspek penting dalam acara ini terlebih mengenai ancaman teror yang mungkin akan muncul.

” Kami libatkan masyarakat untuk mencegah potensi teror saat upacara pelantikan berlangsung,” tutur Sinoeng, Selasa (16/2).

Dengan peran aktif dari masyarakat, menurutnya, akan meminimalisir potensi teror yang akan terjadi dalam acara pelantikan tersebut.

Dengan begitu siapa saja yang berkeinginan untuk mengacau keamanan dalam pelantikan tersebut akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Ini artinya elemen masyarakat yang peduli dan simpati akan ikut menanggulangi aksi teror saat acara. Jadi kami pastikan para peneror akan berhadapan langsung dengan rakyat,” imbuhnya.

Karena dipastikan akan dihadiri para petinggi partai, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan Polda Jateng, Polrestabes Semarang dan Satpol PP. Petugas akan menjaga di setiap titik rawan kejahatan di Simpang Lima.

“Semua petinggi Parpol kita undang. Termasuk Bu Mega. Kita sedang mengonfirmasi kedatangan mereka sampai saat ini,” pungkasnya.

Wajib Buka Komunikasi

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewajibkan seluruh kepala daerah di 35 kabupaten/kota membuka berbagai saluran komunikasi guna memudahkan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.

“Semua kepala daerah, termasuk yang akan dilantik besok harus membuka kanal komunikasi seluas-luasnya,” katanya di Semarang, kemarin.

Ganjar menjelaskan bahwa kanal komunikasi yang dibuka oleh setiap kepala daerah itu bisa berupa pertemuan fisik, dialog interaktif, atau teknologi informasi seperti situs maupun akun media sosial berupa “facebook” dan “twitter”.

Menurut Ganjar, masyarakat juga harus mau memaksa para kepala daerahnya masing-masing untuk membuka kanal komunikasi.

Selain mewajibkan membuka kanal komunikasi, Ganjar juga menginstruksikan kepala daerah turun langsung ke lapangan setelah resmi dilantik.

“Hal ini bertujuan agar pengambil kebijakan dapat merespons secara cepat berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Kepala Biro Humas Setda Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi menambahkan bahwa pelantikan kepala daerah terpilih dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan dilaksanakan di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, pada Rabu (17/3), berkonsep pesta rakyat.

“Konsep pesta rakyat yang diusung pada pelantikan bupati/wali kota dan wakilnya bertujuan agar rakyat dapat ikut merasakan kemenangan pemimpin yang sudah mereka pilih,” katanya.

Ia menerangkan bahwa perwakilan warga dari 17 kabupaten/kota yang hadir pada pesta rakyat tersebut dapat menikmati berbagai makanan khas dari masing-masing daerah secara gratis.

“Selain itu juga akan ada pameran produk unggulan dari belasan kabupaten/kota yang kepala daerahnya dilantik,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan pelantikan 17 kepala daerah itu, arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima Semarang akan ditutup mulai pukul 08.00-12.00 WIB sehingga akan mengurangi kenyamanan para pengguna jalan.

Dari 21 daerah yang sudah mempunyai kepala daerah terpilih, ada empat kabupaten yang bupatinya akan dilantik setelah Februari 2016 terkait dengan akhir masa jabatan.

Masa jabatan Bupati Grobogan berakhir pada 14 Maret 2016, Bupati Demak 3 Mei 2016, Bupati Sragen 4 Mei 2016, dan Bupati Pekalongan 27 Juni 2016.

Ke-17 kepala daerah terpilih yang akan dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Rabu (17/2) mendatang adalah Hadi Rudyatmo-Purnomo (Kota Surakarta), Agus Bastian-Yuli Hastuti (Kabupaten Purworejo), Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi (Kabupaten Purbalingga), Mohammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz (Kabupaten Kebumen), Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto (Kabupaten Rembang), Djoko Nugroho-Arief Rohman (Kabupaten Blora), Eko Purnomo-Agus Subagyo (Kabupaten Wonosobo).

Kemudian, Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati Rahayu (Kota Semarang), Seno Samodro-Muhammad Said Hidayat (Kabupaten Boyolali), Mundjirin-Ngesti Nugroho (Kabupaten Semarang), Joko Sutopo-Edy Santosa (Kabupaten Wonogiri), Junaedi-Martono (Kabupaten Pemalang), Mirna Annisa-Masrur Masykur (Kabupaten Kendal), Alf Arslan Djunaid-Moch Saelany Machfudz (Kota Pekalongan), Wardoyo Wijaya-Purwadi (Kabupaten Sukoharjo), Srihartini-Srimulyani (Kabupaten Klaten), dan Sigit Widyonindito-Windarti Agustina (Kota Magelang). (jam/rakyatjateng)

 

 

 

Click to comment
To Top