Petani Buta Huruf Divonis 4 Tahun – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Petani Buta Huruf Divonis 4 Tahun

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Sakimin (42) dengan mata berkaca-kaca mengaku keberatan dengan putusan hakim yang memvonisnya dengan hukuman 4 tahun penjara.

“Saya keberatan, lha saya malah rugi tidak menikmati sedikitpun, kalau tidak percaya silakan dicek,” tuturnya seusai sidang putusan terhadap kasus yang menimpanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (16/2).

Pria yang mengaku tidak lulus pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan tidak bisa baca tulis ini didakwa telah melakukan korupsi dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Teguhan, Kabupaten Grobogan tahun 2014.

Dalam proyek BSPS tersebut Ia sebagai penyedia barang dan pemilik toko Jati Semi didakwa sebagai penyedia barang telah memberikan barang yang tidak sesuai dengan spek, dari perbuatannya tersebut Ia dinilai telah menyalahgunakan uang bantuan senilai Rp2,027 miliar.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 5 tahun penjara. Oleh hakim dia dinyatakan terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama dengan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Mengenai putusan tersebut terdakwa mengaku masih akan berfikir-fikir apakah akan mengajukan banding. Menurutnya, dia hanyalah korban yang telah dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan.

“Sama sekali saya tidak ada niat untuk melakukan korupsi, saya hanya dimanfaatkan, baca tulis saja saya tidak bisa,” tambahnya.

Di persidangan ini hakim juga memberikan vonis kepada Andi Pudjo, terdakwa dalam kasus yang sama. Andi divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Suprapti, Ketua Majelis Hakim, sebelum menutup persidangan menegaskan pihaknya telah memberikan keputusan yang seadil-adilnya terlebih kepada Sakimin.

“Putusan ini merupakan putusan teringan atas pasal yang menjerat anda, karena oleh Jaksa anda dikenakan pasal 2 ayat 1 junto 18 tahun 1999 maka vonis minimal adalah 4 tahun kurungan,” tuturnya. (jam/RAKYATJATENG)

 

loading...
Click to comment
To Top