Pesta Rakyat, Makanan Ini Ludes Diserbu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pesta Rakyat, Makanan Ini Ludes Diserbu

FAJAR.CO.ID, SEMARANG –  Kendati tinggal di Kota Semarang, menu makanan kecil yakni Wingko Babat dan serabi, yang menjadi salahsatu menu yang paling diminati oleh warga Kota Semarang yang datang ke lokasi pesta rakyat, dalam rangka pelantikan pasangan pemenang pemilihan walikota Semarang 9 Desember 2015 lalu.

Tingginya daya tarik menu khas yang kerap menjadi oleh-oleh wisatawan saat berkunjung ke kota Atlas ini, langsung jadi rebutan ketika oleh penjaga di taruh di tampah yang menjadi tempat dasar untuk mendisplai makanan. “Enak jadi lihat wingkonya ditaruh ke tampah langsung ambil,” aku Ida, salah satu warga Kota Semarang yang megambil beberapa makanan dengan bahan dasar ketan dengan gula kelapa tersebut.

Hal serupa dilakukan Mirna, ibu satu anak asal Tegalsari dengan cekatan mengambil makanan yang disuguhkan dalam kemasan itu. Rasa kangen karena cukup lama ngak makan makanan khas Semarang membuat dirinya nekat ndesel kendati di depan tenda cukup banyak orang.

Berbeda dengan penjaga meja wingko babat, penjaga Nasi Ayam Aie, yang biasa mangkal di kaki lima stadion Tri Lomba Juang memilih mendasarkan makanan belakangan kendati mengaku bakal sibuk melayani warga yang datang secara bergerombol. “Sebenarnya mau saya sajikan tapi meninggal kuah. Tapi melihat banyaknya orang yang datang, yah nanti menunggu pas pak walinya sudah datang saja,” aku Mentik penjaga sekaligus pedagang yang ada dilokasi.

Terkait jumlah porsi yang dipesan panitia, 100 peket merupakan makanan yang harus disajikan. “Pak Wali (Hendrar Prihadi) sangat suka nasi ayam. Jadi kasihan juga jika nanti ngak kebagian,” tambahnya.

Pemandangan berbeda tampak pada meja Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Semarang. Lapak yang dijaga tiga pengusaha wanita itu tampak lebih sepi. Padahal, beberapa menu makanan yang disajikan dalam bentuk bungkusan disediakan sejumlah 800 paket makanan. “Ada 800 peket. Ini masih beberapa saja yang dipasang. Yng lain masih perjalanan. Kemasan memang dipilih bungkusan ala kucingan supaya praktis. Untuk menu ada sebagian yang beli tapi ada sebagian yang buat sendiri karena memang ada yang memiliki usaha ketering,” aku Norra Heny, anggota Iwapi Kota Semarang, yang bertugas menjaga stan makanan.

Sementara itu, di sisi lain dari tenda tempat pesta rakyat di gelar, kendati memiliki badan gendut, Didik pedagang serabi Solo asal Perumahan Tlogosari terkesan tidak tampak. Pasalnya, pria yang menjadi salahsatu pedagang pilihan panitia penyedia makanan dan jajanan di lokasi pesta rakyat di Halaman Balaikota Semarang, harus kebingungan melayani warga yang dengan terus mengerubuti.

Bahkan, saking sibuknya, pria yang memberi title serabi Solo daganganya dengan nama Serabi Solo Pak Gendut ini juga tidak menyadari jika makanan lima rasa yang disajikan langsung lenyap dari meja. “Sekali buat ya enam loyang. Tapi, barang diangkat langsung diambil jadi tidak tampak hasil masahakanya,” akunya sembari memasak serabi.

Dari 300 porsi serabi solo yang dipesan panitia, pedagang yang biasa mangkal di Perumahan Tlogosari dan Pedurungan Semarang ini mengaku memberi variasi lima rasa untuk memuaskan warga Semarang yang berbangga dengan terpilihnya Hendi Ita sebagai Walikota dan Wakil Walikota Semarang. “Ada lima rasa yang saya bawa. Beberapa diangtaranya ada nangka, original, coklat dan rasa pisang. Semua dibuat secara bergantian. Tapi karena kelarisan jadi meja terkesan tidak ada masakan,” akunya.

Kendati belum tahu kapan Walikota terlantik tiba di Balaikota, namun karena pembuatan satu serabi memerlukan wktu hamoir 1 menit, maka mulai pukul 10.00 Didik sudah sibuk menuang adonan ke loyang. “Masaknya lama. Jika nunggu nanti takut gak cukup waktu. Tapi jika dimulai sekarang langsung habis. Serba salah juga heheheheh,” akunya semabri menyeka keringat.

Sayangnya, ketidaksabaran menunggu kedatanagn walikota yang dilantik tidak saja dialami warga. Sejumlah orang yang mengenakan seragam korpripun tampak sudah kemal-kemil menikmati makanan yang disajikan. Padahal, orang nomor satu di Kota Semarang itu baru datang dua jam kemudian. (Jw/rakyatjateng)

 

To Top