Suami Kurang Servis, Perceraian di Makassar Meningkat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Suami Kurang Servis, Perceraian di Makassar Meningkat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus perceraian di kalangan PNS lingkup Pemerintah Kota Makassar terus meningkat. Berdasarkan data Badan Kepegawian Daerah (BKD) Kota Makassar, tahun 2015 kasus perceraian sebanyak 35. Sementara, di awal tahun 2016 ini tercatat sudah ada laporan 5 kasus perceraian pegawai perempuan.

Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan BKD Makassar Munandar mengatakan bahwa kasus perceraian mendominasi disebabkan alasan sederhana seperti istri kurang mendapat servis yang baik dari sang suami.

“Yang menggungat cerai kebanyakan perempuan mencapai 32 kasus, sementara penggugat laki-laki hanya 8 kasus. Artinya, gugatan cerai yang diajukan perempuan lebih tinggi jika dibanding gugatan yang diajukan pihak suami. Faktor utama dipicu perselingkuhan atau gangguan orang ketiga, faktor ekonomi, nafkah lahir batin, dan kurangnya servis,” kata Munandar kepada pojoksulsel.com (group Fajar)

Disebutkan pegawai yang melakukan perceraian di tahun 2015:
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Makassar: 17 orang
– Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah: 2 orang
– Dinas Perhubungan: 2 orang
– Badan Penggulangan Bencana Daerah: 1 orang
– Dinas Pertamanan dan Kebersihan: 1 orang
– Sekretariat Kota Makassar: 1 orang
– Dinas Pemadam Kebakaran: 1 orang
– Dinas Pemuda dan Olahraga: 1 orang
– Kelurahan Parang 1 orang
– Puskesmas Batua Raya: 1 orang
– Kelurahan Pa’batan: 1 orang
– Dinas Kesehatan: 1 orang
– Puskesmas Todupuli: 1 orang
– Kecamatan Manggala: 1 orang
– Kelurahan Pisang: 1 orang
– Kecamatan Mariso 1 orang
– Kecamatan Tallo: 1 orang

Sedangan kasus perceraian tahun 2016. Sebanyak 5 kasus antara lain di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar sebanyak 3 orang, Dinas Pemadam Kebakaran sebanyak 1 orang, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 1 orang. (muh asrul/pojoksulsel)


loading...
Click to comment
To Top