Eks Kalijodo Dikhawatirkan “Buka Lapak” di Jateng – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Eks Kalijodo Dikhawatirkan “Buka Lapak” di Jateng

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Menteri Sosial, Kofifah Indar Parawansa berencana mengirim eks PSK Kalijodo, di Jalan Kepanduan II, RW05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, akan disalurkan di beberapa pabrik garmen di wilayah Jawa Tengah. Dikhawatirkan, para PSK tersebut akan “membuka lapak” kembali di daerah yang akan ditempatinya nanti.

“Memang bisa ditampung eks Kalijodo itu. Toh, bisa mengentaskan angka kemiskinan. Tapi perlu diingat mereka (PSK) siap gak kerja di situ (pabrik). Kedua, sesuai gak dengan kemampuannya karena saya khawatir skill dan kemampuannya. Sehingga kesiapan mentalnya itu belum siap untuk bekerja,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Moh Zein Adv Kamis (18/2).

Pihaknya mengaku pernah melakukan kunjungan kerja di beberapa lokalisasi di Jateng untuk menyerap aspirasi. Namun, kebanyakan dari mereka mengaku siap bekerja di pabrik. Akan tetapi, mentalnya belum siap bekerja di bidang formal maupun informal. Selain itu, pihaknya mengkhawatirkan jika bersedia kerja di pabrik akan membuka bisnis itu secara terselubung. Pasalnya, kerja di pabrik tidak 24 jam sehingga peluang untuk “membuka lapak” sangat tinggi. “Kami mengkhawatirkan hal itu (buka lapak) karena kerja itu kan tidak 24 jam. Bisa saja itu, terulang kembali, dan dinas terkait harus memperhatikan itu. Permasalahan lainnya, dinas terkait siap gak menampung dan membuat asrama khusus,” jelasnya.

Menurutnya, banyak hal yang harus dipikirkan kembali jika eks PSK Kalijodo jadi bekerja di pabrik. Oleh karena itu, dinas terkait harus memberikan sosialisasi terhadap mereka dan buruh yang sudah bekerja di pabrik. Pihaknya menyadari jika tidak ada sosialisasi dan pendekatan serius. Dapat dipastikan akan ada banyak pekerja yang tidak nyaman.

“Mungkin bisa ditampung, tapi penyakitnya seperti HIV-Aids bagaimana? Disisi lain, dinas juga harus memikirkan kehidupan normalnya. Agar mereka para PSK tidak membuka bisnis itu kembali,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan tegas siap menampungnya dengan catatan diberi pembekalan dan pelatihan. Kata dia, beberapa pabrik garmen di daerah yang masih kekurangan tenaga kerja diantaranya di Boyolali dan Sragen. Selain itu, pabrik garmen yang cukup besar berada di Solo Raya, Jepara, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali dan Semarang.

Pihak Jepara pun siap menampung. Meski belum menerima secara resmi surat dari Kementerian Sosial RI terkait wacana mempekerjakan eks pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo Jakarta, Pemkab Jepara melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Dinsosnakertrans) mengaku siap menerima. Hanya saja, disyaratkan agar eks-PSK tersebut memiliki skill terlebih dahulu.

Wacana yang disampaikan secara langsung Mensos RI Khofifah Indar Parawansa itu menyusul kian dekatnya eksekusi kawasan Kalijodo. Menteri yang pernah berkunjung ke Jepara baru-baru ini itu memberikan solusi pekerjaan bagi para pekerja seks komersial (PSK). Salah satu wacana yang keluar adalah para PSK tersebut bakal dipekerjakan atau dijadikan buruh di sejumlah pabrik termasuk di Kabupaten Jepara.

“Wacana itu muncul di media massa. Kami pun menerima informasi. Tapi secara resmi, kami belum menerima informasi maupun surat dari kementerian terkait,” kata Kepala Dinsosnakertrans Jepara M Zahid melalui pengawas tenaga kerja Muktiati, Kamis (18/2).

Menurutnya, sepanjang eks PSK tersebut memiliki kompetensi di bidang pekerjaan yang akan ditekuni, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Sehingga pihaknya menyarankan agar mereka diberikan pendidikan atau pelatihan pekerjaan. Itu agar bisa melaksanakan tugas dan kewajiban mereka jika memang bakal dijadikan buruh pabrik.

“Sepanjang memenuhi syarat-syarat sebagai pekerja di pabrik, tidak ada masalah. Apalagi yang diwacanakan adalah menjadi buruh di pabrik garmen. Jika memang pelatihannya dilakukan di Jepara, juga tidak ada masalah,” ungkapnya. (ale/rakyatjateng)

 

 

 

loading...
Click to comment
To Top