Ganjar : Mereka Dilatih Dulu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ganjar : Mereka Dilatih Dulu

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Para Eks Pekerja Seks Komersil (PSK) Kalijodo, di Jalan Kepanduan II, RW05, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, akan disalurkan di beberapa pabrik garmen di wilayah Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan tegas siap menampungnya dengan catatan diberi pembekalan dan pelatihan. Kata dia, beberapa pabrik garmen di daerah yang masih kekurangan tenaga kerja diantaranya di Boyolali dan Sragen. Selain itu, pabrik garmen yang cukup besar berada di Solo Raya, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali dan Semarang.

Menurutnya, para eks PSK juga warga negara yang berhak mendapatkan pekerjaan layak.Tapi Ganjar mensyaratkan sebelum disalurkan mereka harus dilatih dahulu.

“Enggak apa-apa, kita tampung yang penting kan dilatih dulu, mereka juga harus dapat pekerjaan, sama lah. Kalau mereka mau kan enggak apa-apa,” kata Ganjar di Banjarnegara, Rabu (17/2) malam.

Hal itu senada dengan yang diungkapkan Mensos yaitu akan memberikan pelatihan bagi para eks PSK Kalijodo yang akan disalurkan ke pabrik garmen di Jawa Tengah.

“Kemarin Boyolali sama Sragen cari (tenaga kerja untuk pabrik garmen), masih kurang. Saya belum tahu Mensos sudah hubungi kemana. Kalau kita bicara pabrik garmen gedhe ada di Solo Raya, Sukoharjo, Wonogari, Boyolali, Semarang,” lanjut Ganjar.

Ganjar tidak mempermasalahkan jika Jateng menjadi tempat menampung warga dari daerah lain seperti halnya PSK Kalijodo maupun eks Gafatar yang tidak lagi diterima di lingkungan keluarga. Pertumbuhan jumlah penduduk  juga sudah menjadi perhitungan Ganjar jika banyak yang masuk ke Jateng.

“Jateng harus jadi anchor-nya Indonesia, jadi kalau ada rakyat Indonesia yang bermasalah kemudian tidak ada yang menerima, Jateng harus siap terima, kalau tidak, dia akan terusir dari republik ini,” tegas Ganjar.

Diketahui, selain menyalurkan para eks PSK Kalijodo ke pabrik dan diberi pembekalan, Mensos juga menyiapkan opsi lain yaitu pemberian modal usaha Rp 5 juta seperti yang diterapkan di Gang Dolly. (*/rakyatjateng)

 

 

 

To Top