Kabarkan Buat yang Lain! Ternyata Cara Bakar Lemak Nggak Harus Olahraga. Tiduran Juga Bisa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kabarkan Buat yang Lain! Ternyata Cara Bakar Lemak Nggak Harus Olahraga. Tiduran Juga Bisa

FAJAR.CO.ID- Semua orang pasti membutuhkan istirahat. Tidur adalah salah satunya. Tidur merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa tidur memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan seseorang.

Saat tidur, tubuh kita mengistirahatkan organ-organ penting yang berperan dalam aktivitas harian.
Dengan lelap dan cukupnya jam tidur, tubuh akan menjadi lebih segar dan siap untuk menjalankan aktivitas keesokan harinya.

Bagi Anda yang sedang menjalankan program penurunan berat badan, ternyata tidur juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya.

Selain olahraga dan perubahan pola makan, bagaimana cara Anda tidur juga dapat mempengaruhi keberhasilan tujuan program diet Anda.

Dengan kiat berikut,

1. Camilan sehat malam hari
Anda sering mengemil sebelum tidur? Cobalah ganti camilan Anda dengan jus yang berisi protein. Sebuah penelitian yang dilakukan di Florida State University membandingkan dua kelompok pria di mana kelompok pertama mengonsumsi jus berisi protein sebelum tidur sebanyak 30 gram, sedangkan kelompok kedua tidak mengonsumsi apa pun sebelum tidurnya.

Hasilnya, kelompok yang sebelum tidur mengonsumsi jus protein memiliki aktivitas pembakaran kalori tubuh lebih tinggi saat tidur dibandingkan dengan kelompok lainnya.
Sebagai bonus tambahan, protein yang dikonsumsi sebelum tidur dapat berperan dalam perbaikan otot selama kita tidur. Semakin banyak massa otot yang kita miliki, semakin tinggi tingkat pembakaran kalori saat kita tidur.

2. Matikan seluruh perangkat elektronik
Sebuah riset yang dilakukan oleh Manchester University menunjukkan bahwa perangkat elektronik yang memendarkan cahaya seperti telepon genggam dan tablet dapat menghambat produksi melatonin, sehingga mampu mengganggu metabolisme tubuh. Ini juga berlaku untuk televisi.

Berdasarkan studi di Singapura, menonton televisi dalam waktu yang lama berhubungan dengan tingginya kadar trigliserida yang mampu membuat sindrom metabolisme dan diabetes serta menurunkan kadar adiponectin, protein yang berperan dalam pemecahan lemak.

Studi tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Yaggi dkk. pada tahun 2006 di Massachusetts, di mana kelompok orang yang tidur malamnya kurang dari enam jam berpotensi menderita diabetes dua kali lipat dibandingkan dengan orang yang jam tidurnya cukup. Akan tetapi, pada orang dengan jam tidur malam yang berlebih (lebih dari delapan jam), risiko diabetes juga akan meningkat hingga tiga kali lipat. [NEXT-FAJAR]

3. Matikan lampu saat tidur
Saat kita tidur dalam ruangan yang benar-benar gelap, tubuh secara optimal memproduksi hormon melatonin. Hormon inilah yang menjaga kita tetap mengantuk. Selain fungsinya dalam menjaga kantuk, melatonin juga berperan dalam pembakaran kalori tubuh.

4. Buat suhu kamar menjadi lebih dingin
Tidur pada suhu ruangan yang dingin ternyata mampu membuat tubuh kita membakar lebih banyak kalori saat malam hari. Salah satu penelitian yang dipublikasi di jurnal diabetes memaparkan, orang yang tidur dalam ruangan dengan suhu 18oC mampu membakar kalori 7% lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidur di ruangan yang lebih hangat. Nah, 7% ini setara dengan 100 kalori dalam 24 jam waktu tidur kumulatif!
Mengapa bisa demikian? Mekanisme yang kemungkinan berperan adalah usaha tubuh dalam mempertahankan suhu badan tetap normal pada 37oC. Untuk mencapai suhu badan tersebut, tubuh melakukan metabolisme, termasuk membakar kalori.

5. Tidur cukup
Dengan tidur cukup selama 7-8 jam, tubuh mampu membakar kalori lebih optimal dan kita bisa lebih mudah mengurangi berat badan.
Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition mengatakan bahwa orang yang tidurnya cukup metabolismenya selama tidur 5% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang kurang tidur. Kelompok orang dengan jam tidur yang cukup ini juga mampu membakar kalori 20% lebih banyak setelah makan.
Hal itu dikarenakan kurangnya tidur mengakibatkan tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin – hormon yang mengatur metabolisme lemak –sehingga lebih berisiko menjadi obesitas.

 

loading...
Click to comment
To Top