Wanita Tewas Terjepit di Antara Batu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Wanita Tewas Terjepit di Antara Batu

FAJAR.CO.ID, PATI – Jasad Parni, seorang warga Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong akhirnya berhasil ditemukan setelah melalui proses pencarian dengan waktu yang cukup panjang. Perempuan berusia sekitar 45 tahun tersebut ditemukan di Dam Blorong turut Dukuh Ngablak Desa Pohgading, Kecamatan Gembong sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Ibu dua anak tersebut ditemukan terjepit diantara batu di bawah dam sungai Tambak Blorong yang kebetulan memiliki karakteristik terdapat palung didalamnya. Parni baru dapat ditemukan sekitar pukul 15.15 WIB sore kemarin.

Kondisi sungai yang memiliki cukup banyak palung atau cekungan dinilai sempat menyulitkan proses evakuasi.Bahkan ratusan relawan yang teridiri dari anggota Polsek Gembong, Satuan Sabhara Polres Pati, Basarnas Jepara, relawan Rapi, pecinta alam, tagana dan sejumlah relawan lainnya harus diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sepanjang lima kilometer aliran arus sungai.

Karena berbatu dan sempit, para relawan itu juga tidak bisa menggunakan perahu. Mereka harus terjun langsung ke dalam sungai meskipun memiliki banyak palung. Titik terang pencarian itu sendiri akhirnya mulai terbuka setelah relawan menemukan botol minuman dan mukena yang diketahui milik korban.

Akhirnya di titik dam Blorong itulah tim gabungan memfokusan pencarian. Namun lantaran kondisi bawah dam yang memiliki cekungan mereka akhirnya harus menggunakan peralatan selam.

“Awalnya memang sempat terkendala lantaran kondisi alur sungai yang cukup panjang dan memiliki palung. Namun beruntung akhirnya jenazah korban berhasil ditemukan,” ujar Ketua relawan Rapi Kabupaten Pati, Gunawan kemarin.

Sementara itu, Kapolres Pati, AKBP R Setijo Nugroho melalui Kapolsek Gembong, AKP Sugino mengatakan, Parni sendiri dinyatakan menghilang pada Rabu (17/2) sekitar pukul 15.15 setelah terseret arus saat hendak pulang ke rumahnya.

“Jadi saat itu korban pulang dari sawah bersama Suyatmini,salah seorang saksi. Namun saat melintasi sungai tiba-tiba debit air dari gunung muria meningkat dan membesar. Lantaran tidak bersiap keduanya akhirnya terseret arus tersebut,” jelas AKP Sugino.

Beruntung Suyatmini, warga Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong salah seorang korban berhasil selamat lantaran terseret arus menuju pinggir sungai. Hanya saja nasib malang justru menimpa korban lantaran terseret ke tengah sungai dan kemudian dinyatakan menghilang.

“Setelah mendapatkan laporan kami akhirnya berkoordinasi dengan relawan dan segera melakukan pencarian. Pencarian pertama kami lakukan pada Rabu (17/2) sore itu juga. Namun lantaran hingga pukul 23.00 WIB tidak juga ketemu akhirnya pencarian sempat dihentikan sementara,” terangnya.

Proses pencarian akhirnya kembali dilakukan pada Kamis (18/2) pagi. Sekitar pukul 09.00 evakuasi kembali dilakukan hingga akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 15.15 kemarin.

“Dengan kejadian ini, kami tetap mengimbau masyarakat agar dapat tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman banjir bandang. Masyarakat diharap dapat lebih berhati-hati khususnya saat beraktivitas di sekitar aliran sungai,” pungkasnya.(ed/rakyatjateng)

 

 

 

Click to comment
To Top