KIPP Bulukumba: Tukang Becak yang Cabuli Murid SD Harus Dihukum Berat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KIPP Bulukumba: Tukang Becak yang Cabuli Murid SD Harus Dihukum Berat

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Ketua Komisi Informasi dan Partisipasi Publik (KIPP) Bulukumba Ahmad Gazali meminta tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur (murid SD) dihukum berat. Tukang becak Samaling (56), warga Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) harus mendapat ganjaran setimpal atas perbuatannya mencaburi anak di bawah umur sebanyak 2 kali.

“Kalau sudah begini, jadi dimana lagi tempat yang aman bagi anak? Karena dari berita media massa, pelakunya adalah orang terdekat, baik kejadiannya di rumah maupun di sekolah. Hukum berat pelakunya” tegasnya.

 Ahmad juga mengapresiasi kinerja aparat Polres Bulukumba yang telah mengamankan pelaku  dan agar menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya minta agar kepolisian memproses pelaku agar dihukum seberat-beratnya dan agar semua teman teman terkhusus Media untuk mengawal kasus ini” imbuhnya kepada pojoksulsel.com, (group Fajar)  Selasa (23/2/2016).

Ahmad, yang juga Ketua Laskar Merah Putih Bulukumba in,i mendampingi korban yang masih di bawah umur tersebut ke Polres Bulukumba di karenakan orang tua anak tersebut enggan melaporkan dengan alasan takut didiskriminasi dan anaknya dikucilkan dari pergaulan teman-temannya.

Senada dengan Ahmad Gazali, Ketua DPW LIDIK Sulsel Imran Hasan meminta polisi harus memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.  Kalau tidak, kata Imran Hasan, orang tidak takut dan akan melakukan lagi, apalagi korban anak dibawah umur.

Imran juga berharap kepada instansi penegak hukum jika kasus ini sampai di pengadilan dapat memberikan keputusan yang seberat-beratnya bagi pelaku, sehingga memberikan efek jera bagi semua orang.

 “Kami di LIDIK bersama dengan teman teman LSM yang lain akan saling membantu menangani anak-anak dibawah umur  untuk memberikan pendampingan bagi korban agar yang bersangkutan tidak trauma,’’ ujarnya  (andi awal/pojoksulsel)

To Top