Masyarakat Adat Luwu Timur Tutup Jalan, Ini Sebabnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Masyarakat Adat Luwu Timur Tutup Jalan, Ini Sebabnya

FAJAR.CO.ID,  LUWU TIMUR — Ratusan masyarakat adat Luwu Timur menggelar aksi unjuk rasa di jalur tambang milik PT Vale Indonesia. Mereka menuntut pihak perusahaan mengembalikan tanah adat milik masyarakat setempat. Dalam aksinya mereka memblokade jalan serta melakukan swiping terhadap karyawan yang melintasi blokade massa.

Mereka menutut agar pihak PT.Vale tidak mengganggu tanah adat yang kini dikelola oleh warga setempat, karena tanah ini merupakan tanah adat yang tidak termasuk dalam konsesi perusahaan tambang nickel tersebut. Mereka juga menutut pihak perusahaan agar memberdayakan masyarakat lokal serta mengganti rugi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pertambangan.

 Mereka yang tergabung dalam anak suku masyarakat adat ini, di antaranya anak Suku Weula, Padoe, Karunsie, Pekaloa, Turea, Beau, Timampu, Tambee, serta anak Suku Loeha. Yang tersebar di tiga kecamatan wilayah konsesi PT Vale Indonesia.

“Pihak perusahaan telah merampas hak kami. Sebenarnya tanah adat ini tidak masuk kedalam wilayah konsesi perusahaan. Sehingga kami menuntut agar PT Vale segera memberikan ganti rugi. Selain itu kami juga menuntut agar PT. Vale memberdayakan masyarakat lokal,” seru salah seorang pengunjuk rasa.

Aksi unjuk rasa ratusan masyarakat yang mendapat pengawalan ketat aparat TNI Polri, usai memblokir jalan dengan membakar ban bekas di atas badan jalan. Warga akhirnya membubarkan diri secara tertib dan berencana akan melanjutkan aksi dengan massa yang lebih besar lagi. (bayu/pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top