Usai Dilantik, Mendagri Minta Bupati Konsel Temui Gubernur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Usai Dilantik, Mendagri Minta Bupati Konsel Temui Gubernur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga – Arsalim telah resmi dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Selasa (23/2) di gedung Sasana Bhakti Praja Gedung Kemendagri di Jakarta. Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih itu diambil alih oleh Mendagri dikarenakan Gubernur Sultra, Nur Alam bersikeras untuk melantik tidak melantik pasangan ini.

Pelantikan pasangan ini termasuk “spesial” mengingat diantara ratusan bupati/walikota peserta Pilkada Serentak 2015 hanya pasangan inilah yang dilantik langsung oleh Mendagri di Jakarta, sementara bupati/walikota lainnya dilantik oleh Gubernur di ibukota Propinsi.

Selain dihadiri oleh para pejabat Kemendagri, pelantikan tersebut juga turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Rambe Kamarun Zaman serta anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tenggara. Berdasarkan pantauan, anggota DPR RI dapil Sultra yang hadir Amirul Tamim dan Ridwan BAE dan anggota DPD RI yakni, Wa Ode Hamsina Bolu, Yusran Silondae dan Muliati Saiman. Tampak juga hadir sejumlah pejabat dan anggota DPRD, Muspida Konsel.

Usai melantik Surunuddin – Arsalim, Tjahjo Kumolo meminta kepada pasangan ini dapat melaksanakan tugas-tugas mereka sebagai bupati dan wakil bupati pilihan masyarakat Konsel. Janji-janji politik yang diumbar saat kampanye untuk segera direalisasikan guna mempercepat proses pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Konsel.

“Saya yakin bupati dan wakil bupati ini dipilih atas kehendak masyarakat Konawe Selatan. Laksanakan tugas dengan baik, janji kampanye adalah utang politik. Segera setelah dilantik laksanakan tugas dengan baik. Susun rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang sesuai janji kepada masyarakat Konawe Selatan demi mempercepat proses pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” kata Tjahjo Kumolo.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini juga mengingatkan kepada pasangan Surunuddin – Arsalim agar selalu melakukan koordinasi dengan seluruh pihak-pihak terkait di Konawe Selatan. Baik itu DPRD, Muspida, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Forkompimda hingga ke tingkat kecamatan dalam upaya peningkatan dan percepatan pembangunan daerah.

“Harus diingat bahwa saudara tidak berdiri sendiri. Yang namanya Pemdadalam pengambilan keputusan, menyusun anggaran, perda dan lainnya harus bersama-sama dengan pimpinan dan anggota dewan khususnya di Konsel. Harus dicatat! Di Konsel ada yang namanya Kapolres, Dandim, Kajari, Pengadilan dan lainnya untuk terus melakukan koordinasi dan hal-hal yang akan diambil keputusan harus berkonsultasi. Ini penting dalam upaya mencermati perkembangan agar deteksi dini hal-hal yang perlu diantisipasi dengan baik,” pungkasnya.

[NEXT-FAJAR]

“Sebagai kepala daerah juga harus tahu siapa wakil yang ada dipusat dalam hal ini anggota DPR dan DPD. Jangan melihat partainya, siapapun anggota DPR dan DPD adalah perwakilan dari daerah. Konsultasi dan koordinasi diperlukan dalam upaya percepatan pembangunan daerah,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu juga, Tjahjo Kumolo meminta kepada pasangan Surunuddin – Arsalim untuk segera bertemu dengan Gubernur Sultra, Nur Alam untuk melaporkan hasil proses pelantikan. Sebelum lakukan pelantikan, lanjut Tjahjo, dirinya sudah mengajukan izin sebelumnya kepada Presiden Joko Widodo.

“Setelah dilantik, diharap menghadap gubernur untuk jelaskan bahwa proses pelantikan ini sudah sesuai dengan UU. Bila perlu disertai dengan copy terkait dengan pertimbangan-pertimbangan Mendagri untuk melakukan pelantikan. Saya sebelumnya mengajukan izin kepada Bapak Presiden untuk melakukan pelantikan sehingga ada perubahan jadwal yang tadinya pagi, siang dan akhirnya dapat terlaksana sore hari,” ujarnya.

Lantas bagaimana reaksi Mendagri terhadap Nur Alam yang terkesan tidak menjalankan instruksi Mendagri untuk melantik Bupati dan Wakil Bupati Konsel? Tjahjo menegaskan bahwa hubungan antara keduanya tidak ada masalah, apa yang terjadi menurutnya hanyalah persoalan administrasi yang tidak mengganggu hubungan pemerintah Sultra dan Kemendagri. “Katanya hari ini mau kesini, tapi tidak datang. Hubungan baik-baik saja, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Terkait dengan persoalan ini kami akan ingatkan saja kepada gubernur,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati terpilih Surunuddin Dangga usai dilantik mengaku merasa lega. Pasalnya, setelah melalui proses panjang dan penuh dengan liku-liku akhirnya dirinya dan Arsalim telah resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Konsel. Apalagi proses pelantikannya dianggap sangat “spesial” mengingat yang Mendagri langsung yang melakukan pelantikan, berbeda dengan daerah-daerah lain yang dilantik oleh Gubernur.

“Senang dong dilantik di Jakarta. Kalau saya mengatakan proses pelantikan ini sengsara membawa nikmat. Sengsaranya karena pelantikan sempat tertunda tidak sama-sama dengan bupati dan wakil bupati lainnya karena ada beberapa persoalan, nikmatnya karena yang lantik langsung adalah Mendagri,” katanya sumringah. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top