Calo CPNS Beraksi! Serahkan SK Palsu, Bawa Kabur Rp 240 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Calo CPNS Beraksi! Serahkan SK Palsu, Bawa Kabur Rp 240 Juta

FAJAR.CO.ID, BEKASI – Satreskrim Polsek Tambun membekuk Thamrin Pawani, 63, pelaku penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Tersangka ditangkap di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (22/2) malam. Modus pelaku meminta uang kepada korban dengan dalih sebagai persyaratan menjadi PNS.

“Pelaku mengimingi korbanya menjadi PNS di pemda maupun pusat. Pelaku merupakan pensiunan,” kata Kapolsek Tambun Kompol Puji Hardi, Selasa (23/2).

Menurut Hardi, penangkapan ini setelah pihaknya menerima laporan dari korban pada 12 Februari 2016. Korban bernama Slamet Santoso, melaporkan pelaku dengan dibuktikan Nomor LP/169/19 – Tb/K/II/2016/Polresta Bks tanggal 12 Pebruari 2016.

Saat itu, korban merasa ditipu pelaku, karena sudah menyerahkan uang Rp 240 juta untuk menjadi PNS di Kementrian Perhubungan. “Saat kami mengetahui keberadaan pelaku di sekitar Tambun, beberapa anggota langsung melakukan penangkapan di sekitar swalayan,” katanya.

Setiap kali melakukan aksinya, diceritakan Hardi, pelaku kerap merayu korban dengan janji-janji sampai korban percaya. Saat itu, korban Slamet langsung memberikan uang Rp 240 juta agar bisa diterima menjadi PNS di salah satu kementerian.

“Setelah menerima uang dari korban, pelaku hanya memberikan kertas surat keputusan dari salah satu instansi kementerian,” katanya.

Sayangnya, usai menerima SK dan memberikan uang itu, korban kata Hardi, tidak ada panggilan ataupun kabar untuk mengikuti test. Disitulah korban merasa tertipu lalu melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Dari tangan korban dan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu lembar kwitansi senilai Rp 240 juta, satu lembar Surat Keputusan salah satu kementerian, dan surat pernyataan yang ditanda tangani pelaku atas nama Thamrin Pawani.

Akibat perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara empat tahun. Kini, pelaku mendekam di Mapolsek Tambun untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

“Saat ini pelaku masih kita minta keteranganya, untuk mencari beberapa warga yang pernah menjadi korbanya,” tandas Hardi. (dny/yuz/JPG)

To Top