Lengser dari Ketua NasDem Sultra, Baliho Ali Mazi Bakal Diturunkan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Politik

Lengser dari Ketua NasDem Sultra, Baliho Ali Mazi Bakal Diturunkan

FAJAR.CO.ID, KENDARI — Ali Mazi akan kembali merasakan pahit getir perpolitikan di Sultra. Setelah diberhentikan sebagai Ketua NasDem Sultra dan ditarik ke DPP NasDem, Ali Mazi mulai mendapat tantangan pengurus daerah. Betapa tidak, Ali Mazi mulai ditinggalkan terkait langkahnya mensosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur Sultra pada Pilkada serentak tahun 2018.

“Jika sudah ada pergantian ketua, maka baliho Ali Mazi sebagai calon gubernur di sekretariat Nasdem Muna akan segera diturunkan,” kata Nur Olo, Ketua DPD NasDem Muna sebagaimana dilansir harian Kendari Pos, Kamis (25/2/2016).

Nurdin Olo juga begitu menyambut keputusan DPP yang memberhentikan Ali Mazi sebagai Ketua NasDem Sultra. Ali Mazi dianggapnya tidak begitu optimal dalam membesarkan partai NasDem di Sultra. “Yang jelas, selama dua tahun ini saya jadi Ketua NasDem Muna, jarang sekali atau bahkan tidak pernah kita rapat di Kantornya Nasdem. Makanya saya tidak tahu dimana sekretariatnya Nasdem Sultra di Kendari. Setiap rapat, selalu di hotel,” kata mantan politisi Golkar ini.

Informasi pemberhentian Ali Mazi sebagai ketua NasDem Sultra itu ditegaskan Plt Sekjend DPP NasDem, Nining Indra Saleh mengakui bahwa saat ini pucuk pimpinan NasDem Sultra dipercayakan kepada Bupati Kolaka Timur, Toni Herbiasyah. “Ia benar (Ali Mazi diganti), tapi bukan pencopotan ya…. Ini pergeseran, beliau (Pa Alimazi, red) ditarik untuk mengisi posisi di DPP, sedangkan NasDem Sultra kami percayakan kepada Bupati Kolaka Timur,” tuturnya saat ditemui di Kantor DPP NasDem, di Cikini Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

Mantan Sekjend DPR RI ini mengatakan pergeseran di tubuh NasDem Sultra itu merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi partai politik. Disinggung soal perpecahan  NasDem Sultra karena pergeseran tanpa melalui mekanisme, pengganti Patrich Rio Capela ini membatahnya dengan tegas. Kembali lagi Nining menjelaskan bahwa pergeseran itu merupakan hal yang bisa saja dalam dinamika partai politik dan melalui mekanisme yang terdapat dalam partai.

Yang menarik, Ali Mazi membantah keras kabar itu. Menurut Mantan Gubernur Sultra itu informasi yang berhembus terkait pencopotannya dirinya itu tidak benar dan tidak pernah ada. “Informasi itu tidak ada dan tidak benar,” tegas Ali Mazi saat dikonfirmasi via teleponnya, Rabu (24/2/2016).

[NEXT-FAJAR]

Ali Mazi juga memastikan bahwa dirinya hingga detik ini masih ketua Nasdem yang sah. Katanya, tidak pernah ada Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Surya Paloh atas penunjukan Tony Herbiansyah menggantikan dirinya sebagai ketu DPW Nasdem Sultra. “Sampai saat ini tidak ada Surat Keputusan,” tegasnya.

Jatuh bangun Ali Mazi dalam perpolitikan di Sultra bukanlah hal baru. Pada Pilgub tahun 2003, Ali Mazi yang berprofesi sebagai pengacara di ibukota negara, Jakarta, tiba-tiba muncul sebagai Cagub di Sultra. Saat penjaringan di partai Golkar di Fraksi Golkar yang menguasai DPRD Sultra, saat itu Ali Mazi dengan mudah mengalahkan sejumlah kader berlambang pohon beringin itu. Ketua Golkar Sultra, Hino Biohanis, Ketua Golkar Kolaka, Adel Berty, Wagub Sultra, Hoesein Effendy, dan sejumlah senior partai beringin lainnya dibuat gigit jari.

Mulus di Golkar tentu merupakan jaminan menang pada pemilihan Gubernur Sultra yang masih dilakukan anggota DPRD Sultra. Mimpi Djaali-Ibrahim Palatje, Ismail Tangka-Yusran Silondae pun menjadi pupus, karena Ali Mazi yang juga berpasangan dengan Yusran Silondae memperoleh dukungan terbanyak.

Pilgub tahun 2003 tampaknya menjadi masa keemasan Ali Mazi. Pada Pilgub 2008, Ali Mazi harus meredam ambisinya karena dikalahkan oleh Nur Alam. Setelah itu, posisinya sebagai Ketua Golkar Sultra pun lepas, menyusul langka Ridwan Bae, Ketua Golkar Muna yang berhasil menggusurnya dalam Musdalub di Makassar. Tak hanya itu, pada Pilgub tahun 2012, Ali Mazi gagal lolos sebagai calon gubernur. Demikian juga pada Pilcaleg 2013, Ali Mazi lagi-lagi gagal marasakan kursi empuk di DPR RI.

Pekan ini, kita dikejutkan dengan pemberhentian Ali Mazi dari Ketua Nasdem Sultra dan ditarik sebagai pengurus DPP NasDem di Jakarta. Padahal, sudah menjadi konsumsi publik bahwa, Ali Mazi tengah gencar mempersiapkan diri sebagai calon gubernur pada Pilgub 2018. Apakah ini akan menjadi gambaran pupusnya harapan Ali Mazi untuk maju sebagai salah seorang bakal calon gubernur Sultra pada Pilgub 2016 melalui partai NasDem? (KP)

To Top