Pepsodent Rilis Program Gerakan Dokter Gigi Peduli – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Pepsodent Rilis Program Gerakan Dokter Gigi Peduli

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pepsodent sebagai brand pasta gigi yang dekat dengan para tenaga kesehatan gigi sangat memahami bahwa profesi dokter gigi tidak saja dituntut untuk mampu memberikan pelayanan secara profesional, namun juga diharapkan mampu mendedikasikan waktu dan profesinya untuk memberikan pengabdian masyarakat dengan tulus. Semangat pengabdian pada masyarakat yang sudah dibuktikan oleh para dokter gigi ini patut untuk diberikan apresiasi, dan Pepsodent menamakan mereka sebagai Dokter Gigi Peduli.

“Kami paham bahwa 80% kegiatan pelayanan kesehatan bergantung pada sumber daya tenaga medisnya,” ujar Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk., drg Ratu Mirah Afifah dalam siaran persnya.

Kata dia, Pepsodent pun menyadari bahwa pemerataan edukasi kesehatan gigi terutama di daerah pedalaman akan bisa terlaksana dengan baik jika ditunjang oleh sumber daya kesehatan yang memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Oleh karena itu, kami berterimakasih kepada 14.000 dokter gigi di seluruh Indonesia yang bersama Pepsodent telah melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan promotif, preventif dan kuratif kesehatan gigi dan mulut selama 3 tahun ke belakang,” ungkapnya.

Hasil analisis Pusat Data & Informasi Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar Puskesmas di 33 provinsi Indonesia masih kekurangan tenaga dokter gigi. Tiga provinsi yang mempunyai kondisi kurang/tidak ada (80%) tertinggi adalah Papua Barat, Papua dan Sulawesi Utara. Sebaliknya, tiga provinsi yang mempunyai puskesmas berlebih (40%) cukup tinggi tenaga dokter giginya adalah; Provinsi Bali, Jogjakarta dan Kepulauan Riau.

Ironisnya, DKI Jakarta yang mempunyai jumlah dokter gigi terbanyak masih mempunyai angka kesakitan gigi di atas rata-rata nasional yaitu 29.1% dan keterjangkauan untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi/Effective Medical Demand (EMD) hanya 9.1%. Sementara Sulawesi Selatan sebagai propinsi yang memiliki masalah gigi dan mulut tertinggi yaitu 36.2%, angka EMD nya juga masih rendah yaitu sebesar 10.3%. Perilaku pasien pun ketika datang ke dokter gigi sering kali sudah dalam keadaan sakit.

“Melihat belum meratanya sebaran dokter gigi di Indonesia dan pemahaman masyarakat akan pentingnya mencegah permasalahan gigi masih rendah, program promotif dan preventif masih sangat diperlukan. Edukasi mengenai pentingnya datang ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali serta menyikat gigi dua kali sehari pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur masih harus terus digulirkan oleh semua pihak, termasuk para dokter gigi,” jelasnya.

Untuk itu, Pepsodent ingin mengajak tenaga kesehatan gigi untuk senantiasa mengabdi kepada masyarakat di berbagai pelosok negeri guna membantu meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Salah satu cara kami adalah dengan memberikan apresiasi melalui gerakan Dokter Gigi Peduli.

Hari ini Pepsodent menganugerahkan Dokter Gigi Peduli kepada drg Devi Oktora dan komunitas Dents Do karena pengalaman inspiratif mereka. Ini membuktikan bahwa mereka mampu mewakili tenaga kesehatan gigi lain yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dan ilmunya di pelosok negeri, jelas drg. Mirah.

Devi Oktora adalah  sosok dokter gigi yang memiliki semangat untuk melakukan kegiatan di banyak hal yang membawanya menjadi Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Banten tahun 2014. Sehari-hari beliau bertugas di Puskesmas Kelapa Dua Tangerang.

“Devi tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan gigi, namun juga aktif melakukan kegiatan promotif dan preventif dengan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan pembentukan kader kesehatan gigi remaja di Karang Taruna Husada. Poli gigi tempat beliau bertugas dijadikan percontohan untuk melayani imigran dan anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknga bekerjasama dengan remaja dan pemuda karang taruna, karena saya percaya proses membangun kebiasaan yang baik di tengah masyarakat tidak boleh terputus dan perlu adanya regenerasi.

Dukungan dari Pepsodent dengan menggelorakan semangat pengabdian masyarakat akan sangat membantu saya dan juga mereka para generasi muda untuk terus melakukan kegiatan edukasi promotif preventif ke beberapa daerah. Sejauh ini sudah 2.000 anak yang teredukasi,” ujar Devi.

Baik Devy dan komunitas Dents Do telah membuktikan ketekunan dan semangat juang dalam rangka membantu pemerataan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

 

loading...
Click to comment
To Top