Dalam Kurun Waktu 2 Bulan, Enam Kasus Asusila Gegerkan Pinrang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Dalam Kurun Waktu 2 Bulan, Enam Kasus Asusila Gegerkan Pinrang

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Kasus asusila dan pelecehan seksual tengah marak di Pinrang. Berdasarkan data Polres Pinrang, pihaknya telah menangani enam kasus asusila selama kurang dari dua bulan terakhir.

Terakhir, ada dua kasus asusila ditangani aparat Polres Pinrang dalam waktu hampir bersamaan. Keduanya masing-masing kasus oknum dukung gadungan yang mencabuli pasiennya di Suppa dan montir yang menghamili siswi SMP.

Di Suppa, dukung gadungan HH (26) mencabuli pasiennya, NI (19). NI bermaksud mengobati penyakitnya pada HH, hingga NI datang ke rumah dukun yang diketahui  itu. HH lalu memberi air minum yang telah dijampi-jampi. Ternyata, obat tersebut sudah dicampur obat yang membuat NI pingsan. “Saat itulah dia melakukan pencabulan,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Yoyok Dwi Purnomo.

Begitu laporan NI masuk, HH yang merupakan warga Bacukkiki, Parepare langsung diringkus dirumahnya tanpa perlawanan, sore kemarin. Polres Pinrang menahan HH untuk diperiksa lebih lanjut, termasuk mencari tahu jenis obat yang digunakan. “Jenis obatnya tergolong baru karena larut di air putih,” katanya.

Pada bagian lain, seorang montir asal Kecamatan Wattang Sawitto, HR (20) menjadi buron Polres Pinrang, setelah dilaporkan  menghamili anak di bawah umur, MA (14). Anak yang masih duduk di bangku SMP di Pinrang itu diketahui hamil tiga bulan, dan melaporkan pasangannya HR karena enggan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan penuturan MA, dirinya disetubuhi HR pertama kali di Wisma Amri, Oktober 2015 tahun lalu. Dijanjikan akan dinikahi, MA bersedia mengulangi perbuatannya itu dengan HR. “Waktu saya dinyatakan hamil, dia tidak mau bertanggung jawab. Justru marah-marah. Makanya saya laporkan,” kata MA.

Tokoh pemuda Pinrang, Haeruddin Tora menyebut maraknya kasus asusila harus mendapat perhatian serius dari Polres dan Pemkab Pinrang. ‎”Ada degradasi moral dan akhlak yang kian nampak, jika dibiarkan ini akan bertambah parah dan menjadi stigma buruk di Bumi Lasinrang,” tandasnya. (M Haris Syah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top