Begini Sistem Rekrut Pelajar dan Mahasiswa Jadi PSK. Saat Operasi Tarifnya Rp1,3 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Begini Sistem Rekrut Pelajar dan Mahasiswa Jadi PSK. Saat Operasi Tarifnya Rp1,3 Juta

FAJAR.CO.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar berhasil membongkar prostitusi pelajar dan mahasiswa. Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Mereka berperan sebagai mucikari. Tiga tersangka itu yakni RYC (24), AH (23), dan SN (19).

Sedangkan tujuh PSK pelajar dan mahasiswi dilepaskan. Mereka berinisial VN (19), PT (16), LPD (19), FJ (20), SP (22), RDY (22), dan H (23). Meski dilepaskan, tujuh PSK tersebut oleh polisi ditetapkan sebagai saksi.

“Tiga tersangka memiliki peran berbeda. Sementara korban human trafficking (perdagangan manusia, Red) ditetapkan sebagai saksi,” kata Kabidhumas Polda Sumbar AKBP Syamsi saat jumpa pers, seprti dilansir Jawa Pos, Sabtu (27/2).

Dijelaskan, tersangka RYC berperan mencari dan menyiapkan para pelajar dan mahasiswi. Sedangkan AH mencari, menyiapkan, dan bernegosiasi. Khusus SN, dia menawarkan calon melalui media sosial.

“Bila negosiasi deal, mereka langsung menuju lokasi yang sudah disepakati,” tambah Syamsi.

Syamsi menjelaskan proses terbongkarnya sindikat prostitusi pelajar dan mahasiswi itu. Mereka ditangkap di dua hotel berbeda, yakni Hotel PC dan Hotel A.

“Kali pertama ditangkap yakni RYC di lobi Hotel PC, Jalan Dobi, Rabu (24/2) pukul 22.30,” jelas Syamsi. [NEXT-FAJAR]

Waktu itu, ungkap Syamsi, RYC kedapatan menurunkan empat perempuan dari mobil. Tidak lama kemudian empat perempuan yang diduga kuat PSK tersebut menuju kamar Hotel PC.

Setelah diselidiki dan didukung laporan yang masuk ke Ditreskrimum Polda Sumbar, akhirnya RYC ditangkap di lobi hotel.

Setelah RYC diinterogasi di tempat, tambah Syamsi, barulah diketahui empat PSK itu berada di kamar 431. Setelah mendapat informasi itu, petugas yang sudah berjaga-jaga menangkap empat PSK tersebut.

“Setelah ditangkap, pelaku bersama empat perempuan itu diinterogasi untuk pengembangan. Dari situlah terungkap, ternyata masih ada tersangka lain.

Lalu, diamankan lagi lima orang di kamar 223 Hotel A, Jalan M.H. Thamrin, Padang, yakni dua laki-laki dan tiga perempuan, pada Kamis (25/2) pukul 01.30,” tutur Syamsi.

Dalam penangkapan itu, jajaran Ditreskrimum Polda Sumbar juga menyita uang tunai Rp 2 juta, 9 alat kontrasepsi, dan 4 unit handphone. Saat ini tiga tersangka masih ditahan di Mapolda Sumbar untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan kasus. [NEXT-FAJAR]

“Kami akan menjerat tersangka dengan pasal 76 ayat 1 jo pasal 18 ayat 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yaitu tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 2 jo pasal 17 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara,” kata Syamsi.

Berdasar pengakuan mucikari RYC kepada penyidik, tarif para PSK itu bergantung kepada permintaan pemesan. Semakin muda usia PSK yang dipesan semakin mahal tarifnya.

Selaku mucikari, RYC mengaku mendapat keuntungan dari setiap transaksi. Berapa jumlahnya bergantung kepada pemberian dari PSK tersebut.

“Kadang ada yang kasih Rp 100 ribu dan kadang Rp 150 ribu per orang,” ungkapnya.

Selain diberi secara cuma-cuma, RYC mengaku juga langsung memotong separo dari nilai transaksi. Bila tarif PSK per transaksi Rp 2,3 juta, dia memotong Rp 1 juta sebagai ongkos.

“Tarif PSK yang saya punya terendah Rp 1,3 juta, tertinggi Rp 2,3 juta. Harus tunai. Pelayanannya long time,” ujarnya. (cr4/JPG/c4/diq)

loading...
Click to comment
To Top