Duh Banyak Remaja Putri Masih Smp dan Sma Ajukan Dispensasi Pranikah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Duh Banyak Remaja Putri Masih Smp dan Sma Ajukan Dispensasi Pranikah

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Sebanyak 163 perkara dispensasi pra-nikah diajukan ke Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Semarang dalam dua tahun terakhir ini. Keseluruhan ajuan tersebut didominasi karena alasan, pemudi di bawah umur hamil diluar nikah dan terganjal peraturan dari Kantor Urusan Agama (KUA) saat akan dinikahkan oleh walinya.
Humas PA Klas IA Semarang, M. Sukri, menyebutkan hal seperti tersebut dapat dihindari jika orang tua dapat mendidik dan mengarahkan pergaulan anaknya sebagaimana mestinya. Termasuk juga pengaruh media internet yang dapat menghubungkan orang di mana saja, mempunyai andil dalam gaya hidup dan pergaulan bebas remaja saat ini.Â
Terkait ajuan dispensasi pra-nikah pihaknya menuturkan sebagian pemohon ingin segera menikahkan anaknya namun terganjal umur yang belum sampai.
“Keluarga pemohon surat dispensasi melihat putrinya sudah hamil, bagaimana kalau tidak dinikahkan. Ini juga perlunya peran-peran berbagai sektor untuk melakukan pencegahan,” tutur Sukri kepada wartawan, Jumat (26/2).
Meski terhitung menurun dalam dua tahun terakhir, menurutnya kejadian hamil diluar nikah apalagi dialami oleh remaja dibawah umur mestinya mendapat perhatian tersendiri oleh pihak yang berwenang. Sosialisasi terkait peraturan pernikahan yang berlaku dan pengetahuan tentang kesehatan baik ibu maupun janin yang terkandung dalam rahim yang masih belia tidak akan dapat maksimal, harusnya lebih dimasifkan.
“Tahun 2014 ada 85 perkara sementara 2015 sampai 78 perkara yang mengajukan dispensasi nikah. Nantinya masyarakat yang mengajukan baru PA menetapkan,” katanya.
Meski dalam keadaan darurat dan dibolehkan oleh undang-undang, menikahkan remaja di bawah umur merupakan sebuah tindakan penyimpangan peraturan.
“Prosesnya, kalau pemohon yang mengajukan ke PA memenuhi syarat, nanti ditetapkan oleh hakim. Sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) nanti orangtua mengajukan dispensasi nikah ke PA,” ungkapnya.
Dari kasus-kasus yang masuk untuk mendapat diapensasi, rata-rata anak perempuannya masih dalam tingkat pendidikan menengah baik itu SMA maupun SMP.
Muhammad Farhan, Asisten Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng, memaparkan proses ini memang harus ditempuh kepada setiap orangtua yang akan menikahkan anaknya karena alasan kecolongan telah hamil duluan.
Tanpa mendapat dispensasi pra-nikah dari PA, pasangan remaja di bawah umur akan ditolak oleh KUA. “Tujuanya agar perlindungan terhadap anak maupun ikatan pernikahan terjaga dan mendapat pengakuan dari negara,” kata Farhan.
Ia kemudian menambahkan, seluruh lapisan masyarakat harus ikut andil dalam peka terhadap gejala-gejala kurang baik seperti ini, dan bersama-sama mencari jalan keluar terbaik. (jam/RAKYATJATENG)

 

 

 

loading...
Click to comment
To Top