Polemik Blok Masela, Tokoh Muda Maluku: Pemerintah Jangan Rugikan Rakyat Maluku – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Polemik Blok Masela, Tokoh Muda Maluku: Pemerintah Jangan Rugikan Rakyat Maluku

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Perbedaan pandangan pengelolaan Blok Massela di Maluku belum berkesudahan, pemerintah sudah beberapa kali menunda keputusan tentang skema pembangunan kilang di darat (onshore) atau di laut (offshore).

Perdebatan itupun mengemuka saat Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Melalui rapat tersebut Presiden memutuskan untuk memanggil terlebih dahulu pihak kontraktor blok massela.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, seusai Rapat Terbatas mengakui masih adanya perbedaan pandangan yang sangat tajam, antara di darat dan di laut. Menurut Seskab, perbedaan ini tentu memperkaya Presiden dalam mengambil keputusan.

“Bahwa ada yang berargumentasi di laut dengan sejumlah argumentasi yang ada. dari cost recovery kemudian juga pendapatan negara dan sebagainya. Termasuk juga yang berasumsi di darat akan menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” kata Pramono di Kantor Presiden.

Untuk mempertajam keputusan Presiden Jokowi, kata pramono, Presiden akan mengundang secara khusus pengelola Blok Massela, dalam hal ini Inpex dan Shell untuk didengarkan karena mereka yang nanti akan menjalankan,” Tegas Pramono.

Yang paling berjuang suarakan supaya pengelolaan Blok Masela dilakukan di darat adalah Menteri Rizal Ramli. Dia berhadap-hadapan dengan Menteri ESDM Sudirman Said yang menghendaki di laut. Rizal berbicara atas nama kepentingan rakyat Maluku, baginya kalua di darat, masyarakat Maluku akan merasakan dampak ekonomi yang positif bagi kehidupan mereka. Tapi hal itu disindir oleh Sudirman Said.

“Tidak usah berpolemik. Yang pura pura berjuang untuk rakyat, yang menipu, yang suka mengklaim paling tahu, yang mau coba mengganti investor Masela berhentilah membohongi rakyat.  Karena suatu saat akan terbongkar niat busukmu”, tegas Sudirman dalam keterangan resminya kepada media massa, Sabtu (27/2).

Dia mengatakan, saat ini proses pembahasan keputusan pengembangan Blok Masela masih terus dilakukan pemerintah. Dirinya beserta jajaran mengaku telah melaksanakan amanah Presiden Jokowi untuk melakukan analisis terkait pengembangan wilayah di Provinsi Maluku terutama Maluku Bagian Selatan, sehingga hasil dari Blok Masela ini dapat membawa kesejahteraan bagi Indonesia terutama di Provinsi Maluku.

“Kami juga telah melaporkan mengenai dua skenario pengembangan Blok Masela. Informasi tersebut terutama mengenai bagaimana dampak bagi pengembangan wilayah di Maluku Bagian Selatan dan berapa besar investasi yang dibutuhkan bila di onshore maupun di offshore,” kata dia.

Secara terpisah, salah satu Tokoh Muda Maluku di Jakarta, Mahyudin Rumata mengingatkan pemerintah agar perdebatan tentang opsi darat atau laut tidak merugikan rakyat Maluku.

“Kami ingatkan Pemerintah bahwa perbedaan yang tajam tentang Blok Massela ini, jangan sampai merugikan rakyat Maluku, kepentingan kesejahteraan rakyat Maluku harus diutamakan, bukan kepentingan pemain migas dan oknum-oknum tertentu”, Tegas Yudi sapaannya

Mahyudin menambahkan pemerintah pusat maupun daerah wajib transparan atas pengelolaan blok migas ini.

“Pihak-pihak terkait (pusat maupun daerah) harus transparan dalam pengelolaan blok ini, sangat di sayangkan jika pengelolaan blok massela tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat maluku”, Tutupnya. (fmc).

To Top