Rianty, Wanita Cantik yang Tega Bunuh Anak Pacarnya dengan Sadis. Katanya Menyesal – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Rianty, Wanita Cantik yang Tega Bunuh Anak Pacarnya dengan Sadis. Katanya Menyesal

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Rianty, 25, pembunuh Marvel, balita berusia 2 tahun 7 bulan di Serpong, Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) menyesali perbuatannya. Rasa penyesalan itu diungkapkan dihadapan polisi.

“Saya mohon maaf dan menyesal atas kejadian ini. Mohon maaf kepada keluarga Marvel,” ujar wanita berwajah cantik itu di Mapolda Metro Jaya, sabtu (27/2).

Dengan meneteskan air mata wanita yang telah mengenakan baju tahanan berwarna orange, Rianty menceritakan kronologi pembunuhan terhadap Marvel, anak sang kekasih, Rey Suryadi.

Pada 1 Februari 2016, pukul 13.00 WIB, dia mengganti seprai tempat tidur. Baru saja seprai berganti dengan yang baru, tiba-tiba yang baru berusia 2 tahun muntah di atasnya. Apa yang dilakukan balita itu membuat gadis ini emosi dan secara spontan membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak tiga kali. “Setelah saya benturkan, korban langsung kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya penuh sesal.

Saat di rumah sakit, Rey yang merupakan duda beranak satu itu sempat bertanya kepada warga Serpong itu, tentang apa yang terjadi sebenarnya terhadap anaknya. “Saya awalnya mau terus terang, tapi takut dipukul, saya bilang jadinya terjatuh,” tambahnya.

Setelah kejadian itu korban menjalani perawatan di rumah sakit selama satu pekan. Selama perawatan itu korban tidak sadarkan diri. Hingga akhirnya pada 7 Februari 2016, korban dinyatakan meninggal dunia. Akibat perbuatannya itu, pelaku dan ayah korban sudah tidak tinggal satu atap lagi. Pelaku pindah dan mendiami rumah kos sendiri. Hingga kini Rianty belum berkesempatan untuk memohon maaf secara langsung kepada Marvel maupun keluarganya.

Kini pelaku hanya bisa meratapi nasibnya untuk meringkuk di balik jeruji besi. Atas pelakunya, polisi pun membidik pelaku dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat hingga menyebabkan kematian juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 359 KUHP dan Pasal 80 ayat (3) undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak yang ancaman penjaranya mencapai 20 tahun. (elf/JPG)


To Top