Disebut Usir Pasien, Begini Komentar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Disebut Usir Pasien, Begini Komentar Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Makassar Andi Naisyah Tun Nurainah Azikin menegaskan bahwa tidak ada pengusiran pasien di Puskesmas Tamalanrea Jaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) .

Sebelumnya, berita soal adanya pengusiran pasien atas nama Muliana Hakim, warga Kompleks Hartaco Perintis Kemerdekaan, yang sempat dirawat inap selama tiga hari di Pusmeskas Tamalanrea yang mengaku terkesan diusir oleh pihak puskesmas.

Pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar yang telah melakukan klarifikasi kepada perawat dari pihak Puskesmas Tamalanrea, Fitri, dan dokter yang menangani. Mereka menemui langsung pasien di rumahnya yang dihadiri Kepala Puskesmas Tamalnrea Jaya, Rahdiah, Minggu (28/2/2016).

Bahkan, pihak Dinkes Makassar juga telah mempertemukan antara perawat, dokter dan pasien yang bersangkutan di rumahnya. Muliana, pasien yang bersangkutan juga mengaku tidak pernah diusir oleh pihak puskesmas.

Fitri, Perawat Puskesmas Tamalanrea, mengaku kalau saat itu pasien bukannya diusir, tetapi sudah diperbolehkan pulang setelah rawat inap selama tiga hari.

“Karena kondisi pasien stabil, mulai pernapasan hingga tensi darahnya. Namun pasien saat itu meminta dilakukan USG dan scan, tapi pihak Puskesmas tida memiliki alat untuk itu. Makanya kami memberi rujukan ke Rumah Sakit Daya, jadi bukan diusir. Itu berlebihan,” ujar Fitri.

Di depan perawat dan dokter yang menangani sejak di Rawat di Puskesmas Tamalanrea, Muliana Hakim juga mengaku tak diusir. “Mungkin saya salah paham ji karena memang diminta untuk balik setelah tiga hari dirawat, jadi memang tidak ada pengusiran,” akunya.

Pasien juga, tambah Fitri, tidak pernah meminta untuk ditambah rawat inapnya, apalagi kondisinya memang sudah membaik setelah dirawat tiga hari. “Sebelum keluar kami melakukan pengecekan berkala dan hasilnya kondisi pasien saat itu sudah membaik,” katanya.

Munculnya berita pengusiran tersebut karena hasil kesimpulan pasien sendiri. “Kami mengatakan Bu Muliyani sudah bisa pulang karena kondisi umumnya sudah baik, didukung hasil tensi, suhu, pernafasan dan HB. Tapi, saat itu dokter tetap memberi rujukan ke RSUD Daya karena pasien ingin mendapat pemeriksaan lab lengkap seperti USG, darah,” tutup Fitri meyakinkan. (muh asrul/pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top