Dualisme Hanura Sulsel: Waris Halid Larang Kubu Jalaluddin Gunakan Atribut Partai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dualisme Hanura Sulsel: Waris Halid Larang Kubu Jalaluddin Gunakan Atribut Partai

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–  Konflik dualisme kepengurusan Hanura Makassar antara Yunus dan Jalaluddin Akbar terus bergulir.

Sekretaris DPD Hanura Sulsel‎ Waris Halid menolak jika DPC Hanura Makassar kepengurusannya dikatakan dualisme. Pasalnya proses muscab yang dilakukan kubu Jalaluddin Akbar dianggap ilegal. Untuk itu, ia menyeruhkan untuk kubu Jalaluddin Akbar untuk tidak menggunakan atribut partai dalam melakukan kegiatan apapun. Pasalnya DPD sudah menganggap kubu Jalaluddin Akbar bukan kader Hanura lagi.

“Kalau tim formatur sudah menyelesaikan kepengurusannya dan sudah mendapatkan SK dari DPD, yang tidak masuk kepengurusan sudah dianggap ilegal. Jadi tidak boleh lagi ada orang (kubu Jalaluddin) menggunakan atribut partai selain pengurusan yang sah,” tegasnya, Minggu (28/2).

Jika kubu Jalaluddin masih ngotot menggunakan atribut partai, DPD Hanura Sulsel akan melakukan penindakan tegas, salah satunya menggunakan jalur hukum. “Kalau masih ngotot kita pasti tindak tegas,‎” jelasnya.

Sementara Ketua DPC Hanura Makassar terpilih HM Yunus mengatakan, saat ini dirinya bersama tim formatur sementara tahap penyelesaian dalam menentukan pengurus baru Hanura Makassar untuk periode 2016-2021. Namun dalam pengurusan barunya, ia menegaskan kubu Jalaluddin yang dulu ingin menyingkirkan dirinya tidak akan diterima lagi. Dalam artian, semua kubu Jalaluddin akan tersingkirkan.

“Yang jelas kita masih menerima kader yang mau bekerja, sementara orang-orang yang pernah mau hancurkan ini partai, pasti kita tidak pakai lagi,” pungkasnya.

Ketua Fraksi Hanura Makassar ini menambahkan, untuk tiga anggota dewan yang sebelumnya akan diberikan sanksi oleh DPD Hanura Sulsel, pihaknya siap meneruskan saknsi dari DPD tersebut.

“Kalau untuk sanksi untuk tiga anggota dewan itu kita serahkan ke satu tingkat di atasnya, kami‎ DPC siap meneruskan saja apa keputusan DPD,” kata Yunus.

Sebelumnya, dari lima anggota dewan fraksi Hanura, tiga di antaranya mengikuti Muscab yang dilakukan kubu Jalaluddin Akbar. Ketiganya adalah Shinta Mashita Molina, Jufri Pabe dan Mustaqbir Sabri alias Moses.

Click to comment
To Top