Usir Pasien, Kepala Puskesmas Tamalanrea Jaya Minta Maaf – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Usir Pasien, Kepala Puskesmas Tamalanrea Jaya Minta Maaf

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Tim Home Care Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar akhirnya mengunjungi pasien Muliana Hakim yang membuat petisi untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal layanan program pemerintah yakni Kesehatan Indonesia Sehat (KIS), Minggu (28/2/2016).

Warga Kompleks Hartaco Permai Blok D No 6 Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, itu  membuta petisi dengan harapan mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Makassar.

Tim Dinas Makassar berjumlah sekitar 10 orang seperti Kepala Puskesmas Tamalanrea Jaya, Kepala Seksi dari Dinkes Salam, dan sejumlah dokter serta pegawai. Kunjungan mereka juga untuk mengklarifikasi perihal pengusiran pasien Muliana Hakim oleh perawat dan dokter dari Puskesmas Tamalanrea Jaya.

“Kami datang untuk mengklarifikasi soal pengusiran pasien itu tidak benar. Mungkin hanya miss komunikasi saja. Tapi kami atas nama Pemkot Makassar mohon maaf atas pelayanan kami,” kata Kepala Puskesmas Tamalanrea Jaya Rahdiah kepada pojoksulsel.com.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui Kepala Seksinya Salman mengatakan, setiap warga Makassar yang tidak mampu akan dilayani di seluruh puskesmas maupun RS Daya milik Pemkot Makassar.

“Jadi tidak ada alasan perawat atau pegawai hingga dokter untuk tidak melayani warga yang ingin berobat meski tidak mampu. Semua harus terlayani karena pemkot memiliki program kesehatan gratis yang diprioritaskan bagi warga seperti Ibu Muliana,”ujar Salman.

Sebelumnya, Muliana menjadi pasien warga miskin itu yang ketika dirawat inap di Puskesmas Tamalanrea Jaya mengaku diusir oleh dokter dan perawat. Dia mengaku dipaksa keluar dari puskemas Tamalanrea Jaya setelah rawat inap selama tiga hari.

“Kenapa saya diusir oleh dokter dan perawat atas nama Fitri (tugas di Puskesmas Tamalanrea). Saya pasien yang butuh pelayanan apalagi kondisi saya belum sehat. Saya pun terpaksa tinggalkan puskesmas,” tutur Muliana kepada pojoksulsel.com.

Dia juga mempertanyakan mengapa pelayanan puskesmas seperti ini. “Apakah saya orang miskin sehingga ada batasnya dilayani seperti ini. Apalagi dengan cara dipaksa hingga diusir,”kata Muliana saat meninggalkan puskesmas.

Muliana hanya berharap pelayanan ini diketahui oleh Walikota Makassar Danny Pomanto. Padahal Pemkot Makassar memiliki program kesehatan gratis dan home care dottoro’ta.

“Kami minta Walikota punya rasa prihatin terhadap warganya yang diperlakukan seperti itu. Saya orang miskin ji’ kodong,”ujar Muliana. (muh asrul/pojoksulsel)

loading...
Click to comment
To Top