Bukan Jakarta atau Bandung, Sekarang Daerah Ini Jadi Markas PSK Terbesar di Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bukan Jakarta atau Bandung, Sekarang Daerah Ini Jadi Markas PSK Terbesar di Indonesia

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Lokalisasi prostitusi paling banyak di Indonesia ternyata bukan di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Lokalisasi prostitusi paling banyak di tanah air ternyata ada di Kalimantan Timur.

Penutupan lokalisasi di Kalijodo Jakarta pun berimbas ke lokalisasi di Kalimantan Timur. Provinsi ini mendapat sorotan pemerintah pusat karena lokalisasi prostitusi di Benua tersebar di 35 tempat.

Dua hari lalu, 2 lokalisasi di Kutai Kartanegara (Kukar), yakni di Km 10 Loa Janan dan Kitadin, Tenggarong Seberang resmi ditutup. Tak boleh lagi ada aktivitas “cinta satu malam” di dua lokasi itu.

Berdasarkan catatan Dinas Sosial (Dissos) Kaltim, 35 lokalisasi itu tersebar di sejumlah kota dan kabupaten. Kukar menjadi yang paling banyak penyebaran tempat prostitusi. Yakni, 12 lokalisasi tersebar di 11 kecamatan.

Sisanya berada di Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Barat (Kubar), dan Kutai Timur (Kutim). Hampir semua perempuan yang menjajakan diri itu merupakan pendatang.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak terang-terangan menegaskan bakal menutup seluruh lokalisasi prostitusi di Kaltim. Ini sejurus dengan program Kementerian Sosial (Kemensos) yang baru dinyatakan 29 Januari lalu, “Indonesia Bebas Prostitusi 2019”. “Demi kebaikan kita bersama masyarakat Kaltim,” jelas Awang

Penutupan lokalisasi Km 10 Loa Janan merupakan gerakan awal pemerintah secara bertahap menutup semua lokalisasi di Kaltim. Periode kedua dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kaltim, Awang menegaskan tak ingin proses penutupan lokalisasi menimbulkan keributan.

Awang pun membandingkan proses penutupan lokalisasi dengan wilayah lain di Indonesia seperti Kalijodo di Jakarta dan Doli Surabaya.

“Diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu, saya juga sudah sampaikan melalui Bupati Kukar Rita Widyasari,” sebut Awang.

Melalui penjelasan yang disampaikan pemerintah daerah, bahwa setelah ditutup, akan ada beberapa aktivitas khusus yang dilakukan kepada eks wanita tunasusila (WTS). Kegiatan itu berupa memberikan keterampilan agar mandiri melakukan pekerjaan yang tidak melanggar norma, seperti menjahit, kuliner, kecantikan, dan kegiatan yang diinginkan.

Penutupan Lokalisasi Km 10 Loa Janan, dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Rita Widyasari. Khofifah mengapresiasi Pemprov Kaltim dengan langkah cepat yang diambil. Merunut dari penutupan paksa Kalijodo oleh Pemprov Jakarta, pemerintah pun bakal bergerak cepat.

“Tinggal 99 lokalisasi lagi yang tersebar di seluruh Indonesia, dan ini bakal secepatnya segera ditutup,” ungkap Khofifah.

Click to comment
To Top