SEDIH! Ungkapan Daeng Uncu, Kakak Kandung Ilham Arief yang Tersebar di WhatsApp – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

SEDIH! Ungkapan Daeng Uncu, Kakak Kandung Ilham Arief yang Tersebar di WhatsApp

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Siap tak kenal Daeng Uncu, iya Daeng uncu atau dikenal dengan nama Syamsul Bachri, merupakan Kakak Kandung dari Mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajudidin.

Ilham Arief Sirajuddin, kini Divonis 4 tahun penjara Oleh Majelis Hakim tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat pada Senin (29/2), dalam perkara korupsi kerjasama pengelolaan dan transfer instalasi perusahaan daerah air minum (PDAM) Makassar tahun 2007-2013 silam.

Usai dijatuhkan Hukuman 4 tahun penjara kepada Ilham Arief Sirajuddin, pihak keluarga dalam hal ini diwakili oleh Syamsul Bachri alias Daeng Ancu menuliskan ungkapan yang mengharukan. Berikut tulisan Daeng Ancu kakak kandung IAS yang disebar melalui WhatsApp :

As.Wr.Wb. tabe….! Ayah (Alm) kami selalu mengingatkan kepada kami anak2nya, kalau hidup itu perjuangan. Beliau mengatakan kalau hidup ini bagaikan padi. Jadilah padi yang baik utk menjadi beras yg utuh, tapi jika kemudian tdk bisa jadi beras utuh dan harus menjadi benir (beras pecah).

Berusahalah terus utk bisa ditanak menjadi nasi. Karena jika telah matang jadi nasi hampir tdk ada yg bisa membedakan ini nasi dari beras utuh atau ini nasi dari benir. Beliau menyatakan kalau kamu sdh matang dalam hidup ini tdk susah mencari tempat yg baik didunia ini.

Terima kasih atas nama keluarga saya ucapkan pada sahabat-sahabatku ku, bapak2 dan ibu2 serta handai tolan atas Doa dan dorongan semangat kepada Adik Kami Ilham Arief Siradjuddin. Dalam menghadapi cobaan hidupnya. Kami tetap semangat untuk terus mencari keadilan yang hakiki. Karena IAS selalu mengatakan kepada saya dan keluarga bahwa.

“Saya tdk mencuri dan tidak korupsi, apa yg saya lakukan sbg walikota adalah utk memenuhi kebutuhan masy. Akan pengadaan air bersih. Negara tdk pernah dirugikan dalam konteks ini karena ini adalah kerja sama investasi shg tdk ada kerugian negara. IAS dianggap salah karena menyalagunakan kewenangan. Ini hasil keputusan pengadilan tipikor. Namun Saya bersama keluarga merasa bahwa apa yg dialami oleh adik kami IAS adalah satu skenario politik di sulsel. Insha Allah semua akan terlihat kemudian. Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas doa dan dorongan semangat kepada IAS.

Hanya kepada Allah swt. Kami memohon balasannya….. dan kami yakin Allah tdk akan membebankan suatu beban diluar dr kemampuan hambanya LAA YUKALLIFULLAHU NAFSAN ILLA US’AHA.
Aamii Ya Robbul Alamin…Wassalam. (muh fadly/pojoksulsel/fajar.co.id)

loading...
Click to comment
To Top