Ternyata Motif Polisi Mutilasi Anak Adalah Cinta Terlarang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ternyata Motif Polisi Mutilasi Anak Adalah Cinta Terlarang

FAJAR.CO.ID, PONTIANAK – Motif mutilasi dua anak polisi, Febian (4) dan Amora (3) ternyata berlatar cinta terlarang. Sebelum Febian dan Amora dimutilasi Brigadir Petrus Bukas, anggota Sat Intelkam Polres Melawi Kalimantan Barat (Kalbar) itu cekcok dengan istrinya, Windri.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, pembunuhan disertai mutilasi ini dipicu adanya persoalan rumah tangga antara Petrus Bakus dengan istrinya, Windri.

Dikatakan Arief, dua minggu sebelumnya Windri mendapati pesan singkat di dalam telepon genggam suaminya dari seorang perempuan. Dari situ timbul kecemburuan Windri, sehingga memicu pertengkaran.

Kemudian, kecemburuan Windri terhadap Petrus yang diduga memiliki wanita idaman lain berbalik pada Windri.

Justru Petrus yang mencurigai sang istri memiliki pria idaman lain. Bahkan Petrus sempat menyuruh orang lain untuk membuntuti Windri kemanapun ia pergi.

“Puncaknya Windri minta diceraikan,” ujar Arief dalam keterangan pers, seperti dilansir Pontianak Post (grup pojoksatu.id), Senin (29/2/2016).

Windri

Windri, istri Brigadir Petrus tampak syok. Foto Polda Kalbar

Kemudian seminggu sebelum tragedi mutilasi anak kandungnya itu, Brigadir Petrus meminta seseorang untuk membelikan sebuah parang dengan alasan untuk menebas rumput di halaman belakang.

“Pada saat menebas rumput di belakang rumah itu, menurut Petrus, dia melihat awan hitam yang menyelimuti dirinya. Di dalam awan hitam itu ada puluhan makhluk bertubuh kekar,” lanjut Arief lagi.

Tak hanya itu, Petrus juga pernah menyampaikan akan membunuh istri pada kedua anaknya. Dan apa yang disampaikan Petrus kepada anak-anaknya disampaikan kepada Windri oleh anak-anaknya.

“Mah, kata bapak, mama mau dibunuh papa. Benar kah ma?” kata Arief menirukan ucapan Windri.

Hal itu diungkapkan dua kali oleh sang anak. Yang pertama disampaikan sang anak yang nomor dua (Amora) dan tiga hari sebelumnya disampaikan kembali oleh Febian.

“Windri tidak menggubris omongan kedua anaknya itu. Karena dianggap itu omongan anak kecil,” bebernya.

Selain berencana membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus juga berniat menghabisi nyawa istrinya, Windri.

“Petrus juga berencana akan membunuh istrinya. Kemudian ia akan bunuh diri dengan cara membakar bersama jasad anak dan istrinya,” ujar Arief.

Dikatakan Arief, Brigadir Petrus yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka sudah menyiapkan kayu yang ditumpuk di belakang rumah.

“Rencananya kayu-kayu itu mau digunakan untuk membakar jasad anak dan istrinya, bersama jasadnyan,” tambah Brigadir Arief.

Dalam kasus ini Petrus Bakus dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, pasal 480 KUHP sub pasal 338 KUHP jo Pasal Perlindungan Anak UU perlindungan anak dan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup. (arf/one/pj1)

To Top