Abraham Samad Ingin Tetap Mengabdi dalam Pemberantasan Korupsi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Abraham Samad Ingin Tetap Mengabdi dalam Pemberantasan Korupsi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Setelah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto bertamu ke gedung KPK, giliran sejawatnya yang juga mantan Ketua KPK Abraham Samad menyambangi gedung lembaga antirasuah tersebut.

Kedatangan kedua Komisioner KPK jilid III itu hanya sakedar menemui Ketua KPK Agus Raharjo dan karyawan KPK setelah Jaksa Agung mengesesampingkan kasus yang membelit keduanya.

Saat ditanya awak media apakah ingin kembali bergabung dengan KPK, Samad menjawa lebih memilih berkumpul bersama keluarga. Namun tokoh asal Makassar ingin tetap melanjutkan pengabdiannya dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Di manapun insan KPK berada, ada satu hal yang pasti akan tetap dijalankan, yaitu kita akan selalu mendorong upaya pemberantasan korupsi, terus mendorong kampanye pemberantasan korupsi walaupun kita berada di luar,” ungkap Samad di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/3)

Saat ditanya mengenai kebijakan yang dikeluarkan Jaksa Agung M Prasetya, Samad tidak banyak berkomentar. Namun di kesempatan yang berbeda, dia menganggap deponering merupakan sesuatu yang diperbolehkan oleh hukum.

Dia pun mengucapkan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, setelah kasusnya dikesampingkan.

“Atas nama pribadi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden dan Jaksa agung yang telah memberikan dukungan dan apresiasi selama ini,” ungkap Samad di Kejaksaan Agung, Jumat (4/3)

Abraham menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen kartu keluarga dan kartu tanda penduduk atas nama Feriyani Lim.

Setelah berkas perkara Abraham Samad dari kepolisian secara lengkap atau P 21, Jaksa Agung M. Prasetyo mengeluarkan hak preogatif dalam mengambil keputusan untuk menutup dan mengesampingkan perkara Abraham Samad. Kasus yang menjerat Bambang Widjojanto juga turut ditutup dan dikesampingkan (Diponering)

Prasetyo menjelaskan keputusan mendiponering kasus Samad dan Bambang semata-mata demi kepentingan umum. Keputusan ini, papar Prasetyo diambil setelah melakukan penelahaan dan meminta masukan sejumlah pihak, mulai dari Kepolisian, DPR dan pihak lainnya.

Dia juga menambahkan bahwa Kejaksaan Agung sudah melakukan penelahaan terkait manfaat, untung-rugi dan hal-hal lain apakah perkara Samad dan Bambang dilanjutkan ke persidangan, dihentikan penuntutannya atau dikesampingkan perkaranya. Dalam hal ini, dirinya telah berkonsultasi dengan pimpinan Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung dan Polri

“Ini diputuskan semuanya semata-mata untuk kepentingan publik,” ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Kamis (3/3) kemarin. (zul/rmol)

loading...
Click to comment
To Top