Atasi Amarah Anak Dengan 6 Cara Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

Atasi Amarah Anak Dengan 6 Cara Ini


 

Setiap orangtua pasti mendambakan kehadiran  seorang anak. Anak yang lucu, menyenangkan dan selalu membahagiakan hati tentu jadi anak dambaan semua orangtua. Tapi ada juga anak yang lebih menunjukkan kemarahannya.

Anak pemarah tentu perlu perhatian khusus dari orangtua. Reaksi orangtua terhadap anak yang pemarah juga penting, tidak bisa dilampiaskan dengan marah atau berteriak kepada anak.

Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal jika anak selalu bertindak marah-marah. Berikut akan dipaparkan bagaimana mengatasi anak pemarah.

Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. Rasa ingin tahu yang kuat. Namun rasa ingin tahunya yang kuat tidak didukung dengan kemampuannya yang masih terbatas, hal ini bisa menuntunnya menjadi kesal dan marah-marah.

Perasaan yang kedua adalah rasa keinginan untuk menjadi cepat besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:

  1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.
  2. Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.
  3. Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.
  4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi.
  5. Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.
  6. Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.

Dengan begini sifat pemarah pada anak mungkin bisa diredam bahkan bisa sangat berkurang. [ats]

loading...
Click to comment
To Top